Produksi Migas Indonesia Turun 1,94% per 20 Maret 2018

Produksi minyak dan gas Indonesia sampai 20 Maret 2018 sedkit turun turun dibandingkan dengan posisi per akhir 2017. SKK Migas pun menilai penurunan produksi migas hal yang wajar.
Surya Rianto | 21 Maret 2018 17:37 WIB
Ilustrasi pengeboran minyak. - Bloomberg/Jeyhun Abdulla

Bisnis.com, JAKARTA - Produksi minyak dan gas Indonesia sampai 20 Maret 2018 sedkit turun turun dibandingkan dengan posisi per akhir 2017. SKK Migas pun menilai penurunan produksi migas hal yang wajar.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabowo Taher mengatakan, sampai kemarin [20 Maret 2018], produksi migas Indonesia berada di level 2,12 juta barel setara minyak per hari per hari. Namun, dia enggan berkomentar penurunan itu ada imbas dari proses pengalihan delapan blok migas terminasi ke PT Pertamina (Persero) yang lamban.

"Kalau terkait proses pengalihan 8 blok migas terminasi tahun ini itu kan demi portofolio jangka panjang juga. Saat ini, kami akan berupaya untuk me-maintain agar lapangan migas bisa dikelola secara optimal," ujarnya pada Rabu (21/3).

Sekretaris SKK Migas Arief S. Handoko menilai, data produksi migas Indonesia yang turun menjadi hal wajar.

"Ya, kalau bicara produksi pastilah ada penurunan," ujarnya.

Padahal, data Kementerian ESDM per 17 Maret 2018 sempat menunjukkan adanya kenaikan produksi sebesar 0,27% menjadi sebesar 2,16 juta barel ekuivalen per hari dibandingkan dengan akhir tahun lalu.

Namun, per 20 Maret 2018, produksi migas kembali turun 1,94% menjadi 2,12 juta barel per hari.

Secara rinci, data produksi minyak teranyar yang tersedia sampai 17 Maret mencatatkan penurunan sebesar 2,82% menjadi 778.800 barel per hari dibandingkan dengan akhir tahun lalu, sedangkan produksi gas naik sebesar 1,61% menjadi 7,78 juta mmscfd.

Adapun, penurunan produksi migas pada tahun berjalan ini disoroti karena ada 8 blok terminasi yang dalam proses pengalihan kepada Pertamina yang tidak kunjung selesai.

Bahkan, dua blok, Tuban dan Ogan Komering, sudah mengalami terminasi sehingga operator eksis mendapatkan perpanjang selama 6 bulan sampai kontrak baru yang diberikan kepada Pertamina rampung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top