HULU MIGAS, Pencarian Mitra Pertamina Perlu Dipermudah

Indonesia dinilai harus memudahkan peluang lebih besar untuk perusahaan minyak dan gas bumi nasional, yakni PT Pertamina (Persero), mencari mitra strategis dalam pengelolaan blok migas.
Surya Rianto | 20 Maret 2018 17:22 WIB
Ilustrasi pengeboran minyak. - Bloomberg/Jeyhun Abdulla

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia dinilai harus memudahkan peluang lebih besar untuk perusahaan minyak dan gas bumi nasional, yakni PT Pertamina (Persero), mencari mitra strategis dalam pengelolaan blok migas.

Pasalnya, porsi pengelolaan blok migas perusahaan pelat merah itu semakin besar dan itu menjadi peluang untuk mendorong investasi hulu migas lebih besar lagi.

Analis Hulu Migas South-Easten Asia Wood Mackenzie Johan Utama mengatakan, Indonesia harus menjaga diversifikasi pengelolaan blok migas dengan menjaga jumlah partisipasi perusahaan migas internasional, terutama yang memiliki fokus secara regional.

“Sektor hulu migas Indonesia bisa berkembang lebih cepat kalau bisa menemukan mitra yang tepat,” ujarnya pada Selasa (20/3).

Adapun, diversifikasi pengelolaan blok migas di Indonesia telah mengalami pergerseran dalam 8 tahun terakhir.

Pertamina mencatatkan kenaikan porsi produksi dua kali lipat dalam 8 tahun terakhir. Pertamina bersama pemain lokal mencatatkan porsi produksi sebesar 57% dari total keseluruhan, sedangkan porsi perusahaan migas internasional dan besar terus menyusut dari menguasai sekitar 60% menjadi di bawah 40%.

Johan mengatakan, porsi produksi Pertamina yang sudah naik 2 kali lipat dalam 8 tahun terakhir itu membuat perusahaan pelat merah itu memiliki peran besar dalam perkembangan hulu migas di Indonesia.

“Di luar peran Pertamina yang besar itu, Indonesia masih harus menjaga diversifikasi jenis perusahaan yang mengelola blok migas tersebut,” ujarnya.

Dia menuturkan, Indonesia harus memfasilitasi kemitraan Pertamina dalam mengelola berbagai blok di Indonesia. Lalu, aktivitas eksplorasi pun harus terus didorong, serta menjaga lingkungan fiskal yang stabil dan menarik.

“Pemotongan waktu proses aktivitas investor hulu migas bisa menjadi solusi dan berdampak besar,” tuturnya.

Adapun, penyederhanaan regulasi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM dua bulan terakhir disebut sebagai langkah awal untuk menarik minat investasi.

Johan mengatakan, hal itu adalah langkah awal karena berbicara regulasi itu kan banyak sekali ada peraturan pemerintah, menteri, sampai aturan teknis yang sangat mendetail. Biasanya, sektor hulu bisa terpengaruh oleh deregulasi aturan teknis yang lebih detail tersebut.

“Namun, perjalanan masih panjang, langkah Kementerian ESDM itu masih tahap awal,” ujarnya.

Tag : migas
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top