SKK Migas: Pertamina Perlu Gandeng Mitra untuk Tekan Biaya Produksi

SKK Migas menilai bahwa PT Pertamina (Persero) perlu menggandeng mitra untuk lebih efisien dalam mengelola wilayah kerja minyak dan gas bumi sehingga biaya produksi per barel bisa ditekan.
SKK Migas: Pertamina Perlu Gandeng Mitra untuk Tekan Biaya Produksi Surya Rianto | 26 Februari 2018 16:17 WIB
SKK Migas: Pertamina Perlu Gandeng Mitra untuk Tekan Biaya Produksi
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA - SKK Migas menilai bahwa PT Pertamina (Persero) perlu menggandeng mitra untuk lebih efisien dalam mengelola wilayah kerja minyak dan gas bumi sehingga biaya produksi per barel bisa ditekan.

Tingkat cost recovery perusahaan pelat merah itu dinilai masih tinggi di atas rata-rata nasional karena luas operasi wilayah mencakup Sabang sampai Merauke.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabowo Taher mengatakan, secara umum rata-rata biaya recovery Pertamina pada 2017 sekitar US$20 per barel, sedangkan rata-rata nasional berada sekitar US$18 per barel sampai US$19 per barel.

"PT Pertamina EP, anak usaha Pertamina, menjadi salah satu yang tingkat cost recovery agak tinggi," ujarnya pada Senin (26/12).

Wisnu mengatakan, Pertamina membutuhkan efisiensi dari segi proses operasi demi menekan cost recovery per barel tersebut. Tingkat biaya tinggi disebabkan cakupan area Pertamina yang luas dari Sabang sampai dengan Merauke.

"Salah satu strategi untuk efisiensi adalah melakukan operasi dengan mitra. Itu harus terus dilakukan," ujarnya.

Dia melanjutkan, pengelolaan wilayah kerja operasi bersama-sama bisa membuat efisiensi dari segi pengadaan barang yang terkait dengan aset sampai komponen lainnya.

"Hal itu bisa menekan biaya gudang," lanjutnya.

SKK Migas juga meminta Pertamina untuk menekan waktu pengeboran. Hal itu dilakukan demi menakan biaya operasional perusahaan pelat merah tersebut.

Wisnu enggan menyebutkan detail target biaya recovery Pertamina pada tahun ini, terutama untuk bisa menembus di bawah US$19 per barel.

"Soalnya, banyak komponen pembentuk biaya, seperti biaya investasi juga bisa mendorong biaya recovery tersebut. Intinya, kami ingin pertamina bisa lebih efisien lagi," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top