Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Peluang Bisnis Perawatan Pesawat

Kementrian Perindustrian (Kemenperin) mengingatkan dunia usaha Indonesia bersiap menangkap peluang bisnis perawatan pesawat.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 02 Februari 2018  |  19:56 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengingatkan dunia usaha Indonesia bersiap menangkap peluang bisnis perawatan pesawat.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto mengatakan saat ini pergeseran bisnis perawatan pesawat tengah terjadi.

Industri perawatan dan perbaikan pesawat atau maintenance, repair and overhaul (MRO) di Eropa dan Amerika Utara mulai fokus menggarap industri berteknologi tinggi dan padat modal.

"Sedangkan untuk jasa perawatan pesawat yang tergolong padat karya, bakal diserahkan kepada pihak lain. Kondisi ini akan memberikan peluang bagi industri MRO di Asia Pasifik termasuk di Indonesia," kata Harjanto dalam keterangan tertulis, Jumat (2/2/2018).

Dia mengatakan potensi bisnis industri perawatan dan perbaikan pesawat di Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai US$2,2 miliar. Jumlah ini naik signifikan dibanding 2016 sebesar US$970 juta.

Bidang yang telah mampu dikelola oleh industri di Indonesia meliputi airframe, instrument, engine, radio, emergency equipment, dan line maintenance, paparnya.

Harjanto menyebutkan, pada 2016, maskapai dunia mengeluarkan dana sebesar US$72,81 miliar untuk melakukan perawatan pesawat. Dari nilai tersebut, Amerika Utara menjadi penyumbang terbesar yang mencapai US$21,2 miliar, diikuti Eropa sekitar US$20,7 miliar dan Asia Pasifik US$13,3 miliar.

Di tahun 2025, pasar perawatan pesawat di dunia diperkirakan terus meningkat dengan pertumbuhan 3,9% sehingga menjadi US$106,54 miliar. Asia Pasifik akan mengalami pertumbuhan terbesar, yakni 5,8% dibanding Amerika Utara 0,9% dan Eropa 2,35%.

"Peluang bisnis tersebut, perlu ditangkap oleh industri MRO nasional yang saat ini jumlahnya mencapai 32 perusahaan," katanya.

Pemerintah sendiri tengah melakukan upaya penguatan yang meliputi pengembangan sumber daya manusia industri, pembangunan kawasan industri terpadu, pemenuhan standar kualitas, dan penguatan industri komponen pesawat.

"Kami akan melakukan pembicaraan yang lebih intens bersama produsen pesawat, terutama Airbus dan Boeing agar dapat mendirikan Aircraft Engineering Center di Indonesia," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bengkel pesawat
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top