Railink Berharap Masyarakat Tertarik Dengan KA Bandara

Operator Kereta Api Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Railink, berharap moda transportasi berbasis rel tersebut mampu menarik minat masyarakat dan terdapat pengalihan dari jalan raya ke rel.
Yudi Supriyanto | 28 November 2017 20:37 WIB
Managing Director Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara Tbk Handayani (kanan) dan Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto bersiap menandatangani naskah kerja sama, di Jakarta, Jumat (13/10). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Operator Kereta Api Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Railink, berharap moda transportasi berbasis rel tersebut mampu menarik minat masyarakat dan terdapat pengalihan dari jalan raya ke rel.

Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto mengatakan pihaknya berharap KA Bandara Internasional Soekarno-Hatta mampu menambah alternatif bagi masyarakat dan memperbaiki akses ke bandara terbesar di Indonesia tersebut.

"Pengalaman membuktikan pengoperasi KA Bandara Kualanamu ternyata mampu memperbaiki rating Bandara Kualanamu terkait aksesibilitas," kata Heru, Jakarta, dalam siaran pers pada Selasa (28/11/2017).

Dia menambahkan dalam struktur proyek KA bandara tersebut terdapat pembagian tugas antara induk perusahaan (PT KAI dan PT Angkasa Pura II) dan anak perusahaan (PT Railink).

PT KAI membangun prasarana untuk menunjang pengoperasian meliputi track baru sepanjang 12.1 KM dari Batuceper sampai bandara lengkap dengan jaringan LAA - persinyalan dan telekomunikasi KA, stasiun (Sudirmanbaru, Duri, Batuceper), gardu induk LAA, dan depo pemeliharaan KRL Railink.

Sementara itu, PT AP II membangun stasiun di Bandara dan konektivitas ke APMS Skytrain untuk menghubungkan stasiun bandara menuju seluruh terminal keberangkatan penerbangan.

Adapun PT Railink, ujarnya, bertindak sebagai operator KA Bandara melakukan pengadaan sarana, interior stasiun dan kantor, maintenance tools, overhead crane, rekrutmen pegawai, dan lain-lain.

Investasi sarana dilakukan oleh PT Railink dengan membeli electric multiple unit (EMU) atau Kereta Rel Listrik (KRL) baru dari Konsorsium Bombardier Transportation Swedia dan PT INKA sebanyak 10 trainset KRL (6 car per trainset).

Adapun kapasitas per trainset sebanyak 272 penumpang. Total pengadaan trainset tersebut memiliki nilai US$70,407 juta dengan pendanaan melalui sindikasi perbankan (BRI,BNI, Mandiri, BCA) dan self financing PT Railink.

"Dengan 10 trainset yang dimiliki oleh PT Railink, mampu mengoperasikan paling tidak 124 KA per hari dengan headway setiap 15 menit sekali dan waktu tempuh Mamggarai-Bandara Soetta dengan total daya angkut 33.728 tempat duduk per hari," ucap Heru.

Beroeperasi

KA Bandara, kata dia, akan diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Joko Widodo antara 1 dan 4 Desember 2017 sambil menunggu arahan dari Kementrian BUMN.

Pada tahap awal pengoperasian hingga 31 Desember 2017, diberlakukan tarif promosi antara Rp20.000 sampai dengan Rp30.000. Sedangkan mulai 1 Januari 2018, lanjutnya akan diterapkan tarif normal Rp100.000.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta bandara

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top