Kereta Bandara, Kementerian Perhubungan Kirim Tim Penguji

Keputusan operasional Kereta Api Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunggu hasil tim penguji prasarana moda transportasi berbasis rel tersebut.
Yudi Supriyanto | 16 November 2017 18:54 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) didampingi Direktur Logistik dan Pengembangan PT KAI Budi Noviantoro (kanan) mendengarkan penjelasan dari pekerja kontraktor saat meninjau perkembangan pengerjaan proyek jalur kereta Bandara Soekarno-Hatta di kawasan Batu Ceper, Tangerang, Banten, pada September lalu. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA  - Keputusan operasional Kereta Api Bandara Internasional Soekarno-Hatta menunggu hasil tim penguji prasarana moda transportasi berbasis rel tersebut.

Humas Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Joice Hutajulu mengatakan saat ini tim penguji prasarana Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Kementerian Perhubunhan telah turun ke lapangan.

"[Pengoperasian kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 25 November 2017] Masih menunggu hasil lapangan. Tim penguji juga sudah turun," ujarnya di Jakarta pada Kamis (16/11/2017).

Oleh karena itu, dia menjelaskan waktu pasti operasional kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta tergantung pada hasil pengujian yang dilakukan tim dari Kementerian Perhubungan.

Dia menjelaskan operasional kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan memudahkan akses masyarakat, meningkatkan mobilitas, dan menjadi solusi mengurangi kepadatan jalan raya menuju bandara.

Nanti, dia melanjutkan waktu tempuh masyarakat menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan moda transportasi berbasis rel tersebut hanya sekitar 50 menit dari Stasiun Manggarai atau lebih cepat dibandingkan dengan moda transportasi berbasis jalan raya yang dapat mencapai 2 jam.

Kereta Bandara Soekarno-Hatta akan melalui 5 stasiun, yaitu Manggarai, Sudirman Baru, Duri, Batu Ceper, dan Stasiun Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Stasiun Sudirman Baru nantinya terhubung ke Stasiun Sudirman dengan adanya fasilitas pejalan kaki. Stasiun Sudirman Baru akan berfungsi sebagai area interchange [integrasi moda transportasi publik] yang menghubungkan masyarakat dengan keseluruhan kawasan Dukuh Atas mencakup Stasiun Sudirman (KRL), bus Transjakarta, MRT dan LRT," katanya.

Dengan demikian, dia mengatakan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya akan semakin mudah mengakses transportasi publik menuju bandara.

Para calon penumpang yang berasal dari wilayah Bogor, Depok, Tangerang, Serpong dan Bekasi, lanjutnya dapat dengan mudah mencapai Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan KRL ke Stasiun Sudirman yang terintegrasi dengan Stasiun Sudirman Baru.

Sedangkan calon penumpang yang menggunakan bus Transjakarta, bus dalam kota, taksi atau kendaraan pribadi, ungkapnya dapat berpindah di Stasiun Sudirman Baru untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan KA menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Sarana KA Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dia menuturkan dirakit PT Industri Kereta Api (Inka) dengan mesin produksi Bombardier Swedia. Adapun 1 trainset terdiri dari 6 kereta yang mampu mengangkut 272 penumpang.

Besaran tarif yang akan dikenakan kepada penumpang untuk layanan kereta Bandara Soekarno-Hatta saat ini sedang dalam kajian operator untuk menyesuaikan dengan kemampuan atau kemauan daya beli (Ability To Pay/ATP atau Willingness To Pay/WTP) masyarakat.

Mengingat layanan kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta bukan layanan kereta Ekonomi, dia menuturkan diharapkan operator dapat menginformasikan besaran tarif kereta Bandara dalam waktu dekat.

Tag : kereta bandara
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top