Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASDP Bakal Asuransikan Perawatan Fasilitas Dermaga Penyeberangan

Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) menyiapkan pola pembiayaan perawatan fasilitas dermaga penyeberangan yang dikelola BUMN itu dengan menggandeng pihak asuransi.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 11 November 2017  |  23:59 WIB
ASDP Bakal Asuransikan Perawatan Fasilitas Dermaga Penyeberangan
Faik Fahmi saat Raker INFA , Sabtu (11 - 11)

Bisnis.com, JAKARTA - PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) menyiapkan pola pembiayaan perawatan fasilitas dermaga penyeberangan yang dikelola BUMN itu dengan menggandeng pihak asuransi.

Direktur Utama PT. ASDP, Faik Fahmi mengatakan saat ini perseroan mengelola 35 pelabuhan penyeberangan di berbagai lintasan penyeberangan di Indonesia dan 146 kapal ferry untuk mendukung industri angkutan penyebarangan.

"Kita sedang siapkan pola untuk tetap menjamin fasilitas dermaga yang dikelola perseroan tetap baik.Ada rencana menggandeng pihak asuransi," ujarnya saat menghadiri rapat kerja Indonesia National Ferry Owners Association (INFA), di Jakarta, Sabtu (11/11/2017).

Faik menyatakan hal ini merespon usulan INFA supaya fasilitas dermaga yang dikelola ASDP dapat diasuransikan untuk menjamin keberlangsungan maintenance fasilitas.

INFA tidak keberatan jika terjadi kenaikan biaya jasa layanan di pelabuhan penyeberangan yang dikelola ASDP sepanjang kenaikan biaya itu dikonversikan dengan asuransi fasilitas dermaga penyeberangan.

Faik juga mengungkapkan pada tahun 2018, perseroan akan melakukan revitalisasi 14 pelabuhan yang dikelolanya untuk meningkatkan pelayananan.

"Raker ini suatu momentum yang bagus terkait regulasi yang dikeluarkan pemerintah. Di industri ferry perlu peran yang signifikan guna mendukung program tol laut, menurunkan biaya logistik dan membangun konektifitas. Itu tentu saja membutuhkan peran swasta," paparnya.

Faik menjelaskan, bagaimana kapal ferry bisa membantu pemerintah menurunkan biaya logistik, yakni dengan konsep coastal ferry/menggunakan angkutan ferry.

Melihat karekteristik Indonesia yang banyak pulau, imbuhnya, moda angkutan Ferry bisa menjadi opsi membantu mengatasi macet di darat.

Disisi lain, peran operator ferry perlu diperkuat. Konektifitas, kita negara kepualauam yang membutuhkan banyak kapal. Untuk mengurangi disparitas harga itu perlu kita pelajari, bagaimana kapal ferry bisa mensupport program yang dicanangkan pemerintah,"tuturnya.

Dirut ASDP itu mengakui bahwa terdapat permasalahan pada angkutan penyeberangan terutama persoalan sarana dan prasarana, usia kapal yang di atas 30 tahun serta produktifitas kapal.

Soal produktifitas, misalnya, saat ini ada sebanyak 60 kapal di penyeberangan Merak-Bakauheni.Kondisi ini dinilainya dari sisi produktifitas kurang maksimal sebab dalam sebulan yang dioperasikan hanya 12 kapal.

"Di merak kapal menumpuk, di luar sana masih kurang," ujarnya.

Dia juga menyoroti soal perlunya peningkatan kualitas terhadap layanan di pelabuhan dan di atas kapal penyeberangan agar bisa bersaing dengan moda transportasi lainnya.

"Makanya kini kita membangun konsep digitalisasi di pelabuhan. Smartport, itu menjadi terobosan yang dapat digunakan pengguna jasa," ujar dia.(K1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top