Perusahaan China Wanda Group Digandeng Kembangkan Pariwisata

Pemerintah dan pelaku usaha lokal menggandeng perusahaan konglomerasi asal China, Wanda Group, dalam mengembangkan pariwisata di sejumlah destinasi Indonesia.
Ropesta Sitorus | 20 Desember 2016 05:04 WIB
Pantai Lagoi di Bintan, Kepulauan Riau - Indonesia/tourism.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah dan pelaku usaha lokal menggandeng perusahaan konglomerasi asal China, Wanda Group, dalam mengembangkan pariwisata di sejumlah destinasi Indonesia. 

Wanda Group, lewat anak usahanya Hubei Wanda New Airlines Travel Services, akan masuk ke sejumlah destinasi seperti Morotai, Manado, dan Bintan, baik dalam bentuk investasi infrastruktur maupun untuk mendatangkan wisatawan. 

"Hubei Wanda termasuk nama besar di China, kami undang untuk berinvestasi di industri pariwisata di Indonesia," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya. 

Arief menuturkan di Morotai, perusahaan ini akan bermitra dengan PT Jababeka Morotai selaku pengembang Kawasan Ekonomi Khusus tesrebut untuk membangun infrastruktur pendukung pariwisata.

“Mereka akan start dengan sekitar 10% atau sekitar 100 hektar dari 1.000 hektar area total. Saya harapkan mulai 2017 sudah bisa ground breaking,” katanya.

Adapun, untuk daerah Bintan, Kepri, Wanda Group akan mendatangkan wisman. Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu mengatakan perusahaan tersebut bermitra dengan Citilink Indonesia dalam program hard selling.

Program penjualan paket wisata lewat penerbangan charter ini memang merupakan salah satu strategi yang digenjot Kemenpar untuk mengejar target 12 juta wisman pada tahun ini. Adapun, penerbangan charter perdana yang membawa 152 wisman dari Wuhan ke Bintan telah mulai direalisasikan sejak akhir pekan lalu.    

"Penerbangan perdana Citilink ke Tanjungpinang, Kepri, ini merupakan realisasi dari penandatanganan MoU antara Citilink dan Wanda Group dan Kemenpar pada Mei 2016 di Beijing," katanya kepada Bisnis, Minggu (18/12). 

Tanjungpinang Entry Point

Saat ini frekuensi penerbangan charter tersebut tiga kali dalam sepekan, tetapi akan ditingkatkan menjadi tiga kali sehari. Secara bertahap, nantinya akses penerbangan ini akan diperluas untuk mendistribusikan para turis ke destinasi lainnya seperti Morotai.

Maskapai berbiaya murah tersebut juga tengah meminta penambahan slot kepada Angkasa Pura untuk membuka rute dari Tanjungpinang ke Jakarta serta dari Tanjungpinang ke Bali. 

"Entry pointnya nanti tetap Tanjungpinang, tetapi wisatawan [yang dibawa dengan charter flight] itu akan didistribibuskan ke destinasi lain," tuturnya. 

Kerja sama dengan Wanda Group ini ditargetkan dapat mendatangkan sekitar 500 orang wisatawan China per hari ke Kepulauan Riau.  

CEO Citilink Indonesia Albert Burhan mengatakan pada tahap awal ada lima kota yang akan dilayani yakni Fuzhou, Wuhan, Guiyang, Changsa dan Zhengzhou.

Secara bertahap, area kota yang dilayani untuk penerbangan carter ke Tanjungpinang akan ditambah menjadi sekitar 19 kota potensial di China. 

“Semoga dengan mendaratnya pesawat Citilink di Tanjungpinang dapat membukakan pintu rute penerbangan Citilink Indonesia secara reguler ke Tanjungpinang,” katanya lewat keterangan tertulis.

President Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menuturkan penerbangan carter internasional tersebut diharapkan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi baru dan menambah daya saing industri pariwisata di Kepri.

Tanjungpinang meripakan salah satu area free trade zone di mana investasi tumbuh pesat. Kawasan ini juga merupakan salah satu dari tiga pintu masuk wisman terbesar di Kepulauan Riau, terutama untuk wisata bahari dan golf.

Ketua Apindo Kepri Cahya meminta dukungan dari pemerintah daerah setempat untuk memudahkan pelaku usaha dalam memaksimalkan potensi ekonomi dari tambahan kunjungan wisman tersebut.

“Kami sedang membagikan tempat-tempat yang hendak didatangi para turis ini nantinya, tetapi tentu saja kami perlu dukungan dari pemda,” ujarnya.

Pengoperasian penerbangan ini juga sejalan dengan target pemerintah yang ingin membidik originasi China sebagai pasar terbesar wisman. Indonesia menargetkan 12 juta wisman pada 2016 dan meningkat menjadi 15 juta kunjungan wisman tahun depan.

Tag : pariwisata
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top