Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengusaha Kapal di Daerah Keluhkan Akses Kredit dari Bank

"Seringkali pihak perbankan kerap memberikan janji kalau mereka siap untuk melayani kita. Tapi kondisi di lapangan ada perbedaan. Tingkat kepercayaan bank terhadap pengusaha perkapalan masih sangat lemah."
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta - Bisnis.com 06 Oktober 2015  |  22:28 WIB
Pengusaha Kapal di Daerah Keluhkan Akses Kredit dari Bank
/Bisnis/Paulus Tandi Bone
Bagikan

Bisnis.com, Jakarta - Pengusaha kapal di daerah mengaku masih kesulitan memperoleh kepercayaan dari pihak perbankan untuk memperoleh pinjaman.

Ketua DPC Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Ternate Rustan Hamzah mengatakan pengusaha kapal sejatinya masih sanggup untuk membayar kredit bank yang saat ini ditetapkan oleh pemerintah.

"Seringkali pihak perbankan kerap memberikan janji kalau mereka siap untuk melayani kita. Tapi kondisi di lapangan ada perbedaan. Tingkat kepercayaan bank terhadap pengusaha perkapalan masih sangat lemah," jelasnya, Selasa (6/10/2015).

Dia berharap pemerintah dapat menyediakan wadah perbankan yang dipilih khusus untuk melayani pembiayaan pembelian kapal.

Budiman, Ketua DPC INSA Tanjung Pinang menyebutkan banyaknya spekulan dalam menjalankan usahanya hanya memiliki sedikit kapal. Hal itu tidak berdampak baik bagi seluruh industri pelayaran yang eksis dalam mengangkut logistik.

Dia menuturkan para spekulan itu biasanya berakhir dengan kebangkrukan sehingga mengurangi tingkat kepercayaan perbankan dalam mendukung pengusaha kapal.

"Aksi spekulan itu yang membuat industri pelayaran nampak jelek. Padahal tidak sejelek itu. Pemilik satu unit atau dua unit kapal ini mengganjal kredit," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal pelayaran
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top