Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BERAS SINTETIS: Pemerintah Bikin Layanan Aduan

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah membuka layanan aduan di sejumlah daerah untuk menampung keluhan masyarakat ,jika menemukan beras sintetis di pasaran.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 23 Mei 2015  |  12:40 WIB
BERAS SINTETIS: Pemerintah Bikin Layanan Aduan
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (tengah) bersama menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga (kiri) dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel (dua kiri) berbincang dengan pedagang beras saat inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jabar, Rabu (20/5). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah membuka layanan aduan di sejumlah daerah untuk menampung keluhan masyarakat ,jika menemukan beras sintetis di pasaran.

"Kalau di daerah ada masalah seperti ini bisa melapor ke dinas pertanian atau ke badan ketahanan pangan. Ini sudah dibuka layanan aduan," kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementan Yusni Emilia Harahap di Jakarta, Sabtu (23/5/2015).

Di sisi lain, masyarakat diminta untuk lebih jeli dalam menilai beras asli dan beras sintetis. Sebab bentuk beras sintetis hampir menyerupai beras asli yang tidak mengandung zat kimia berbahaya.

Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Nellys Soekidi mengatakan, tidak seluruh beras yang berbentuk bulat mengandung zat berbahaya.

"Jenis beras beda-beda. Jangan sampai mentang-mentang bulat itu beras plastik, karena memang beras itu jenisnya banyak. Ini harus diselidiki sejauh mana," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beras sintetis
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top