Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemerintah Didesak Inventarisasi Warisan Budaya

Pemerintah diminta untuk segera meninventarisasi warisan budaya Indonesia dan mendaftarkannya ke unesco agar tidak diklaim oleh negara lain. nIrman Gusman, Ketua DPD, mengatakan pendataan itu berfungsi agar warisan budaya lokal Indonesia tidak diklaim oleh negara lain
Ashari Purwo Adi N
Ashari Purwo Adi N - Bisnis.com 26 Februari 2015  |  14:25 WIB
Pemerintah Didesak Inventarisasi Warisan Budaya
Pemerintah Didesak Inventarisasi Warisan Budaya. -
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah didesak segera meninventarisasi warisan budaya Indonesia dan mendaftarkannya ke Unesco agar tidak diklaim oleh negara lain.

Irman Gusman, Ketua DPD, mengatakan pendataan itu berfungsi agar warisan budaya lokal Indonesia tidak diklaim oleh negara lain.

“Pasalnya, saat ini sudah banyak warisan budaya yang diklaim oleh negara lain seperti Reog Ponorogo, angklung, bahkan lumpia dan tempe,” katanya di Kompleks Gedung Parlemen, Kamis (26/2/2015).

Menurutnya, warisan budaya indonesia berisiko diklaim oleh negara lain karena budaya, baik dalam bentuk fisik maupun nonfisik seperti resep makanan, berasal dari akulturasi budaya lain. Misalnya penduduk China yang sangat mendunia. Begitu juga Jawa yang bermigrasi ke negara lain. "Mereka pasti membawa budaya itu dan mencampurnya dengan budaya setenmpat.”

Jadi, pemerintah harus rajin mendata budaya-budaya yang asli dan sudah berupa akulturasi itu. “Selanjutnya, ada badan internasional dibawah PBB untuk memperoleh pengakuan, yaitu Unesco,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budaya
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top