Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BLOK MAHAKAM: Pertamina Diminta Pertimbangkan Skema Swap

Kendati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan memberikan pengelolaan blok Mahakam ke PT Pertamina Persero, tetapi Badan Usaha Migas itu diminta pertimbangkan langkah swap untuk tingkatkan cadangan minyak nasional.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 23 November 2014  |  17:17 WIB
BLOK MAHAKAM: Pertamina Diminta Pertimbangkan Skema Swap
Ilustrasi - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan memberikan pengelolaan blok Mahakam ke PT Pertamina Persero, tetapi Badan Usaha Migas itu diminta pertimbangkan langkah swap untuk tingkatkan cadangan minyak nasional.

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Nasional Demokrat Kurtubi meminta PT Pertamina (Persero) mengelola sendiri Blok Mahakam di Kalimantan Timur agar memberikan manfaat maksimal bagi negara.

Dia mengungkapkan dengan 100% Blok Mahakam dimiliki Pertamina maka negara juga mendapat manfaat sebesar 100%.

Menurutnya, keputusan pemerintah memberikan Mahakam yang sebelumnya dikelola perusahaan asal Perancis, Total E&P Indonesie ke Pertamina merupakan langkah tepat.

"Kenapa tepat, karena Total sudah mengelola selama 50 tahun. Jadi, sudah cukup," katanya,” di Jakarta Minggu (23/11/2014).

Selain itu, alasan lainnya adalah cadangan migas di Blok Mahakam masih besar. Dia mengungkapkan Total masih berkeinginan melanjutkan pengelolaan Mahakam sehingga itu merupakan bukti bila cadangan tersebut masih besar.

Kalau Pertamina mengelola 100% Blok Mahakam, jelasnya, maka pemanfaatan gas buat domestik bisa lebih mudah dan maksimal. Dengan demikian, negara bisa mengatur pemanfaatan gas Mahakam untuk konversi bahan bakar kendaraan dari minyak ke gas, lalu untuk rumah tangga, listrik, pupuk, dan industri.

Menurutnya, bila langkah itu dilakukan maka Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada minyak sekaligus mengurangi impor dan subsidi bahan bakar minyak. "PLN dan industri juga tidak lagi berteriak kekurangan gas," ujarnya.

Namun, lanjutnya, Pertamina tetap membuka opsi berkolaborasi dengan Total sepanjang perhitungan secara ekonomi menguntungkan bagi negara. "Duduk bareng. Lakukan pembicaraan business to business. Tawarkan opsi ke Total yang paling menguntungkan negara. Kalau memang tidak ada titik temu, maka kembali ke opsi dikelola 100% oleh Pertamina," ujarnya.

Dia menilai mekanisme pertukaran (swap) Mahakam dengan aset Total di luar negeri juga memiliki sejumlah keuntungan bagi Pertamina. Pertama, memberi kesempatan Pertamina berekspansi ke luar negeri sehingga Indonesia bisa menambah cadangan terutama minyak di luar negeri.

"Kepemilikan Pertamina di blok luar negeri ini akan meningkatkan ketahanan energi," ujarnya.

Dengan demikian maka peningkatan cadangan minyak bisa memberikan jaminan pasokan minyak bagi kilang milik Pertamina. "Suplai minyak ini juga mengurangi peran trader dan mafia," katanya.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menyerahkan Mahakam ke Pertamina. "Sekarang, tergantung Pertamina, sanggup tidak mengelola sendiri," katanya.

Menurutnya, kalau Pertamina mengelola 100% Mahakam, maka mesti ada jaminan produksi tidak turun. Namun, seperti Kurtubi, Agus juga meminta Pertamina membicarakan skema bisnis pengelolaan Mahakam bersama Total.

"Pertamina bisa saja mengelola blok milik Total di luar negeri asalkan menguntungkan bagi negara dan meningkatkan ketahanan energi Indonesia," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blok mahakam
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top