Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operator Pelayaran Bidik Pasar Modal

Indonesia National Shipowners Association (INSA) menyatakan sejumlah operator kapal offshore tengah menjajaki penguatan pembiayaan ekspansi melalui melalui pasar modal Tanah Air.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 18 November 2013  |  19:40 WIB
Operator Pelayaran Bidik Pasar Modal
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia National Shipowners Association (INSA) menyatakan sejumlah operator kapal offshore tengah menjajaki penguatan pembiayaan ekspansi melalui melalui pasar modal Tanah Air.

Ketua Bidang Offshore INSA Nova Mugijanto mengatakan tingginya nilai investasi pengadaan kapal operasi lepas pantai menjadi salah satu alasan operator untuk menjajaki pasar modal sebagai sumber pembiayaan perseroan.

"Dan memang kita juga lebih intens mendorong anggota asosiasi [INSA] untuk lebih aktif memperkuat modal mereka, salah satunya melalui go public. Apalagi kedepannya kesiapan armada nasional menjadi prioritas terkhusus bidang offshore dengan adanya penerapan azas cabotage," tuturnya kepada Bisnis.com, Senin (18/11/2013).

Dia menambahkan, sebagian besar operator kapal nasional baik yang fokus ke bidang offshore maupun kegiatan pelayaran lainnya masih berstatus private yang melakukan ekspansi melalui skema pinjaman perbankan, dana internal maupun joint venture dengan investastor asing.

Berdasarkan data BEI, operator pelayaran nasional yang menggunakan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan sejauh ini sekitar 18 perusahaan yang bergerak di sektor offshore maupun pengangkutan komoditas pertambangan, minyak dan gas.

"Memang sudah ada kecenderungan perusahaan [pelayaran] kita sudah melirik pasar modal sebagai alternatif penguatan modal, contohnya paling terbaru itu Logindo yang go public, dan kedepannya operator lain yang mempunyai size mumpuni akan ikut masuk ke pasar modal," kata Nova.

Adapun, PT Logindo Samuderamakmur Tbk. merupakan operator 58 unit kapal pendukung kegiatan offshore yang menggunakan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan ekspansi perseroan.

Logindo pada pekan lalu secara resmi mengumumkan melepas 193,2 juta lembar saham milik perseroan dengan target perolehan dana segar hasil IPO mencapai Rp700 miliar.

Eddy K. Logam, Presiden Direktur Logindo Samuderamakmur, mengungkapkan 60% perolahan dana IPO atau sekitar Rp420 miliar bakal digunakan untuk memperkuat keperluan ekspansi pengadaan kapal pendukung kegiatan offshore, sementara sisanya untuk pembayar pinjaman bank dan modal kerja.

"Tahun depan kami alokasikan belanja modal sekitar US$80 juta untuk membeli kapal baru," ujarnya.

Menurut Nova, langkah operator nasional untuk yang mulai memanfaatkan pasar modal sebagai sumber penguatan struktur pendanaan ekspansi telah menjadi alternatif pengadaan pasokan kapal offshore berbendera Indonesia.

Sejauh ini, lanjutnya, beberapa perusahaan nasional juga tengah mendekati investor asing untuk menggarap pengadaan kapal ofshore terkhusus untuk kegiatan konstruksi lepas pantai yang selama ini masih didominasi asing.

Langkah tersebut menyusul dispenasasi penggunaan kapal asing untuk kegiatan konstruksi lepas pantai sesuai dengan azas cabotage yang berakhir akhir tahun ini.

Menurut data INSA, terdapat 26 kapal asing yang kini menggarap 16 konstruksi lepas pantai dan wajib mengganti bendera paling lambat akhir Desember 2013.

"Pengadaan kapal offshore itu mahal, karena memiliki spesifikasi teknologi tinggi sehingga perlu investasi tinggi, dan salah atu alternatif bagi operator itu melalui pasar modal untuk memperkuat strtuktur pendananaannya," katanya.  (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasar modal pelayaran
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top