Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BUSANA & SEPATU: Industri lokal diminta kreatif bersaing

BISNIS.COM, JAKARTA—Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPM)  mengimbau industri fashion  memperkuat posisi produknya dengan memasukkan unsur kreativitas, menyusul ketertarikan Hong Kong untuk meramaikan pasar busana dan
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 19 Maret 2013  |  14:06 WIB
BUSANA & SEPATU: Industri lokal diminta kreatif bersaing
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPM)  mengimbau industri fashion  memperkuat posisi produknya dengan memasukkan unsur kreativitas, menyusul ketertarikan Hong Kong untuk meramaikan pasar busana dan sepatu di dalam negeri.

Anggota Penasihat APPMI Musa Widyatmojo mengatakan busana yang ditawarkan merek asal Hong Kong  beragam mulai busana hinggabaju yang terbuat dari kaos seperti T-Shirt yaitu blus kaos tanpa kerah  atau  polo shirt yang berkerah.

“Industri fashion jangan cuma jadi pedagang baju tapi juga memberikan peran desainer dalam usahanya,” kata  Musa saat dihubungi melalui telepon genggamnya hari ini, Selasa (19/3/2013).

Musa mengatakan sejumlah merk ternama  asal Hong Kong sudah masuk ke Indonesia, seperti halnya G2000.

Hong Kong, tambahnya, selama ini dikenal kuat sebagai tempat produksi busana dan menjadi jalur perdagangan fashion. Apalagi saat ini Hong Kong mendapat dukungan dari China.

Kalangan industrinya jugamemberikan tempat yang baik bagi kalangan desainer untuk meningkatkan kreativitas produk yang mereka tawarkan.

“Desainer akan memengaruhi konsep potongan, pemilihan bahan, sekali pun yang diproduksi adalah baju berbahan kaos,” kata Musa.

Seperti diketahui sejumlah merek produk fashion berupa busana dan sepatu asal Hong Kong  saat ini membidik pasar Indonesia yang dinilai sedang tumbuh, seiiring dengan makin bertambahnya masyarakat golongan ekonomi kelas menengah.

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan pihak Hong Kong menyatakan minatnya untuk makin menggarap pasar fesyen di Indonesia  tersebut saat bertemu dengannya minggu lalu.

“Hong Kong berminat memasukkan sejumlah merek pakaian dan sepatu yang membidik konsumen kelas menengah atas,” kata Anang saat dihubungi melalui telepon genggamnya hari ini, Selasa (19/3/2013).

Sementara untuk sejumlah merek asal Hong Kong yang sudah memasuki pasar Indonesia, pihak dari negara tersebut  kepada AFI menyatakan berminat untuk makin memperluas  jaringan yang ada.

Salah satu merek yang disebut adalah merek pakaian kasual yang sudah dikenal di Indonesia, yaitu Giordano.  (ra)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bocorocco uniqlo afi
Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top