Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERAWATAN PESAWAT: Pembebasan Pajak Impor Komponen Pesawat Diwacanakan

JAKARTA-Pemerintah tengah mengupayakan pembebasan pajak impor seluruh komponen pesawat udara mengingat US$595 juta melayang ke bengkel pesawat di luar negeri pada 2012.
- Bisnis.com 30 Januari 2013  |  17:50 WIB

JAKARTA-Pemerintah tengah mengupayakan pembebasan pajak impor seluruh komponen pesawat udara mengingat US$595 juta melayang ke bengkel pesawat di luar negeri pada 2012.

Menteri Perindustrian MS. Hidayat mengatakan untuk mendukung industri perawatan pesawat di Tanah Air, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan untuk membebaskan pajak impor seluruh komponen pesawat yang belum dapat diproduksi industri dalam negeri.

“Kita membicarakan tax pembebasan pajak impor yang dibutuhkan bagi industri perawatan pesawat. Nanti dikoordinasikan ke Menkeu,” kata Hidayat disela-sela acara groundbreaking pembangunan hanggar keempat milik PT GMF AeroAsia, di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, hari ini (30/1).

Dia menjelaskan saat ini mayoritas perawatan pesawat milik maskapai nasional dikelola di bengkel perawatan pesawat luar negeri, sehingga terjadi arus keluar devisa negara. Dengan pembebasan pajak impor komponen pesawat ini diharapkan bengkel pesawat di Tanah Air mampu bersaing dengan bengkel di luar negeri.

"Hampir semua biaya maintenance (perawatan) pesawat ke luar negeri. Kita akan perbaiki, kita tekan, maskapai bukan hanya beli pesawat, juga upaya kan agar maintenance pesawat dilakukan di Indonesia, bahkan nantinya komponen bisa diproduksi disini,” tuturnya.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S. Gumay mengatakan pihaknya selaku regulator penerbangan sipil di Tanah Air memang tengah berkoordinasi dengan asosiasi penerbangan sipil Indonesia  (INACA) dan Kementerian Perindustrian untuk membahas bebas pajak impor komponen pesawat.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar mengatakan perawatan pesawat milik maskapai nasional mayoritas (70%), dilakukan di luar negeri, sisanya maksimal 30% di dalam negeri.

"Kita bekerjasama antara GMF AeroAsia dengan BE Aerospace asal Amerika Serikat untuk pengembangan cabin line maintenance, ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas GMF selaku perusahaan perawatan pesawat,” ujarnya. (yus)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Yusran-nonaktif

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top