Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPO BUMN: Pemerintah Dinilai Gagal Dorong Go Public

JAKARTA—Dewan Perwakilan Rakyat mempertanyakan keputusan pemerintah yang tidak mengizinkan badan usaha milik negara melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada tahun ini.Harry Azhar Aziz, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI,
- Bisnis.com 27 Januari 2013  |  10:43 WIB

JAKARTA—Dewan Perwakilan Rakyat mempertanyakan keputusan pemerintah yang tidak mengizinkan badan usaha milik negara melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada tahun ini.

Harry Azhar Aziz, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, menuturkan selama ini pemerintah dinilai telah gagal dalam mengarahkan BUMN untuk go public.

Menurutnya, pada tahun lalu pemerintah menargetkan lima perusahaan pelat merah melakukan IPO, tetapi yang terealisasi hanya ada satu BUMN yang mampu melantai di bursa saham, yaitu PT Waskita Karya Tbk.

“Kami mempertanyakan apakah pemerintah serius mendorong BUMN untuk go public. Sebab, selama ini target yang dicanangkan pemerintah selalu tidak tercapai,” katanya kepada Bisnis, Minggu (27/1/2013).

Bahkan, dia mengkhawatirkan ada kepentingan tertentu di balik keputusan pemerintah itu, baik kepentingan bisnis maupun kepentingan politis.

Padahal, tegas Harry, daya saing perusahaan pelat merah akan lebih kuat saat go public dibandingkan dengan perusahaan bukan milik publik.

“Dengan IPO, perusahaan secara otomatis akan fokus pada keuntungan. Seharusnya pemerintah menyegerakan BUMN untuk melakukan langkah itu untuk menyehatkan perusahaan milik pemerintah itu sendiri sekaligus menambah penerimaan negara,” tegasnya.

Selama ini, kontribusi badan usaha milik negara (BUMN) memang besar di bursa saham. Pada 2011, nilai emisi lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun lalu karena didorong oleh emisi IPO dua BUMN, yaitu PT Garuda Indonesia Tbk dan PT Krakatau Steel Tbk.

Pada tahun lalu, jumlah penawaran umum saham perdana di BEI tidak mencapai target, yaitu terealisasi hanya 23 perusahaan dari 25 perusahaan yang ditargetkan.

Sementara itu, nilai emisi IPO hanya mencapai Rp10,13 triliun pada 2012 atau menyusut 48,28% dibandingkan dengan 2011 sebesar Rp19,59 triliun. (bas)


 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top