Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONSUMSI SEMEN: Januari-November, tumbuh 14,7% ke 49,8 juta ton

JAKARTA—Konsumsi semen dalam negeri mencapai 49,8 juta ton pada periode Januari—November 2012 atau tumbuh 14,7% dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu 43,4 juta ton.Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Pulau
Muhamad Arsyad Paripurna
Muhamad Arsyad Paripurna - Bisnis.com 12 Desember 2012  |  20:23 WIB

JAKARTA—Konsumsi semen dalam negeri mencapai 49,8 juta ton pada periode Januari—November 2012 atau tumbuh 14,7% dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama tahun lalu 43,4 juta ton.Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Pulau Jawa berkontribusi paling besar dibandingkan dengan pulau-pulau lain dengan konsumsi sebesar 27,6 juta ton atau 55,4% dari total konsumsi domestik.Pada posisi kedua, Pulau Sumatra menduduki dengan konsumsi 10,8 juta ton atau 21,6%. Setelah itu, Pulau Sulawesi berada di posisi ketiga dengan konsumsi 3,7 juta ton (7,4%), Kalimantan 3,6 juta ton (7,2%), Nusa Tenggara 2,8 juta ton (5,6%), serta Maluku dan Papua 1,09 juta ton (2,1%).Ketua Asosiasi Industri Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso menuturkan konsumsi semen dalam negeri terus meningkat di sejumlah daerah, terutama di Pulau Sumatra, selama 11 bulan tahun ini.

Menurutnya, konsumsi semen domestik ditargetkan tumbuh minimal mencapai 12% pada tahun ini dari tahun lalu sekitar 48 juta ton.Dengan asumsi pertumbuhan 12% itu, berarti konsumsi akan meningkat sekitar 5,6 juta ton menjadi sekitar 54 juta ton pada tahun ini.Pelaku industri semen optimistis tidak akan terjadi kekurangan pasokan semen di dalam negeri karena mulai berproduksinya sejumlah pabrik semen baru pada tahun ini.Produsen semen lokal dipastikan tidak akan mengekspor semen sebelum kebutuhan dalam negeri aman. Keuntungan di dalam negeri dinilai lebih bagus daripada ekspor karena terkendala biaya transportasi yang mahal sehingga berpengaruh pada keuntungan.“Itu bukan berarti harga semen di luar negeri murah. Pada dasarnya sama saja, tetapi kalau ditambah dengan biaya transportasi menjadi lebih besar,” katanya kepada Bisnis, Rabu (12/12).(12/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top