Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERTAMINA ENERGY TOWER Terganjal Izin Ketinggian dari Kemenhub

JAKARTA—Proyek pembangunan Pertamina Energy Tower oleh PT Pertamina (Persero) masih terkendala perizinan.
Fajrin
Fajrin - Bisnis.com 11 Desember 2012  |  12:42 WIB

JAKARTA—Proyek pembangunan Pertamina Energy Tower oleh PT Pertamina (Persero) masih terkendala perizinan.

Direktur Umum Pertamina Luhur Budi Djatmiko mengatakan Pertamina Energy Tower akan menjadi icon Pertamina menuju perusahaan oil company dengan visi World Class Energy Company dan Asia Energy Champion pada 2025. Ditargetkan, proses konstruksi akan dilakukan pada akhir 2013.“Namun, itu semua kembali lagi, tergantung izin. Saat ini masih terkendala di perizinan di Kementerian Perhubungan,” kata Luhur hari ini, Selasa (11/12/2012).

Menurut Luhur, dalam aturan di Kementerian Perhubungan, pembangunan tower (gedung) maksimal dengan ketinggian 220 meter. Sementara Pertamina Energy Tower direncanakan mencapai 400 meter.Saat ini pihaknya masih terus berusaha untuk mendapatkan izin tersebut. Pertamina sendiri, lanjut Luhur, berharap pembangunan ini bisa selesai secepatnya. Bila proses konstruksi dimulai akhir 2013, maka berdasarkan perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tower akan selesai dalam waktu 18 bulan.Menurut Luhur, bila aturan tersebut diubah, maka berkemungkinan juga Pertamina Energy Tower dibangun menjadi dua tower. Namun, saat ini dalam maket, Pertamina hanya merencanakan pembangunan satu tower.“Kalau aturannya berubah kita bisa saja bikin dua tower. Konstruksi paling 18 atau 24 bulan, rampungnya paling cepat itu 2 tahun dari konstruksi. Tetapi kan ada lagi detail gambar dan proses izinnya, tetapi belum. Nanti kalau izin boleh baru kita ke Pemda,” lanjutnya.

Meski belum mendapat kepastian perizinan, pihaknya mematok target konstruksi tetap akhir tahun 2013.Seperti diketahui, Pertamina Energy Tower akan dibangun di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Menara ini akan terdiri dari 80 lantai dan diperkirakan menghabiskan dana sekitar US$ 850 juta. Tower ini akan digunakan sebagai pusat bisnis, kantor seluruh anak perusahaan Pertamina, pameran dan sebagainya.Vice President Comunication Pertamina Ali Mundakir pembangunan Pertamina Tower ini akan mengantikan Kantor Pusat yang terletak di Jl. Medan Merdeka Timur No 1 A. Pasalnya, aset kantor pusat Pertamina memang bukan milik Pertamina,melainkan milik negara.Niatnya kami ingin Pertamina membangun kantor sendiri, dan akan menggabungkan beberapa anak perusahaan yang saat ini kantornya hanya menyewa," kata Ali.Gedung ini tidak akan menjadi menara tertinggi di Indonesia karena masih kalah dengan menara yang akan dibangun pengusaha Tomy Winata, yaitu Signature Tower dengan tinggi lebih dari 600 meter dan 111 lantai.Menurut Luhur, pembangunan Pertamina Energy Tower bukan bermaksud untuk menyaingi icon Malaysia, yakni Menara Kembar Petronas yang tingginya 452 meter dengan 88 lantai.“Kita harus punya produk sendiri karena harapan kita membangun ini adalah mencerminkan Pertamina ke depan,” kata Luhur. (sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top