Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPH MIGAS: Salurkan tambahan kuota BBM 4 juta kiloliter

JAKARTA- Badan Pengatur Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sudah melayangkan surat ke PT Pertamina (Persero) untuk menyalurkan tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebanyak 4 juta kiloliter.Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng
Fajrin
Fajrin - Bisnis.com 23 Oktober 2012  |  03:24 WIB

JAKARTA- Badan Pengatur Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sudah melayangkan surat ke PT Pertamina (Persero) untuk menyalurkan tambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebanyak 4 juta kiloliter.Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng mengatakan sudah mengirimkan surat tersebut ke Pertamina pekan lalu. “Mengenai pembagian ke daerah, silakan tanya ke Pertamina. Minggu lalu saya sudah tanda tangan,” kata Andy di ruang Komisi VII DPR, Senin (22/10/2012).Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko mengatakan sudah menyalurkan sebagian kuota tambahan BBM subsidi. Diusahakan kuota tambahan tersebut akan habis tepat pada Desember 2012 dan dibagikan secara merata.

“Masing-masing daerah berbeda, waktu itu kan yang diprediksikan habis duluan Jakarta, Riau, dan Kalimantan, diprioritaskan untuk daerah yang sudah habis. Angka pasti belum dapat,” ujarnya di kesempatan yang sama. Sementara itu, Vice President Corporate Communication Ali Mundakir mengatakan belum mengetahui angka pasti kuota yang dibagikan ke daerah-daerah.“Nanti kita bersama-sama dengan BPH Migas yang akan mengumumkan, jangan nanti ada beda-beda antara Pertamina dan BPH Migas,” ucapnya.Berdasarkan data Pertamina, penyaluran BBM bersubsidi hingga akhir September 2012 telah mencapai 33,16 juta kiloliter. Penyaluran ini mencapai 75,29 % dari kuota penyesuaian sebesar 44,04 juta kiloliter.Ali mengatakan saat ini baru DKI Jakarta yang menggunakan kuota BBM bersubsidi tambahan. Jatah Premium DKI Jakarta dalam APBNP 2012 habis pada 20 September 2012. "Baru DKI yang menggunakan tambahan kuota, sekitar 6.000 kiloliter per hari," kata Ali ketika dihubungi Bisnis.Seperti diketahui, pertengahan September, DPR menyetujui tambahan kuota BBM bersubsidi sebanyak 4,04 juta kiloliter. Hal ini disebabkan kuota BBM bersubsidi APBNP 2012 sebesar 40 juta kiloliter diperkirakan secara nasional habis pada pertengahan November 2012.Hingga akhir September 2012 penyaluran Premium telah mencapai 20,9 juta kiloliter, solar 11,47 juta kiloliter dan minyak tanah 890.794 kiloliter. Kuota Premium mendapat tambahan 3,5 juta kiloliter dan Solar mendapat tambahan 1,1 juta kiloliter. Sementara itu kuota minyak tanah sebesar 500.000 kiloliter dialihkan untuk BBM bersubsidi jenis Premium dan Solar. Pemerintah memperkirakan kebutuhan minyak tanah hingga akhir 2012 hanya 1,2 juta kiloliter karena banyak masyarakat beralih menggunakan LPG.(msb)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Riendy Astria

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top