Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BBM BERSUBSIDI: Pidato SBY malam ini mudah ditebak

JAKARTA : Direktur Eksekutif Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES) Kurtubi menilai isi pidato penghematan energi yang akan disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malam ini diperkirakan sudah diketahui masyarakat.Hal itu pula,
Martin-nonaktif
Martin-nonaktif - Bisnis.com 28 Mei 2012  |  11:06 WIB

JAKARTA : Direktur Eksekutif Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES) Kurtubi menilai isi pidato penghematan energi yang akan disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malam ini diperkirakan sudah diketahui masyarakat.Hal itu pula, menurut dia, yang menyebabkan masyarakat tidak terlalu penasaran dengan isi pidato SBY tersebut. "Apa yang mau diomongin [SBY] sudah tahu lebih dulu," kata Kurtubi, Senin, 28 Mei 2012.Ketika ditanyakan peluang pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi sesuai harga minyak mentah dunia, Kurtubi optimistis hal itu belum akan dilakukan mengingat harga minyak dunia saat ini justru menjinak.Begitu juga dengan rencana pemerintah mendorong penggunaan mobil yang bisa menghemat BBM subsidi dengan mempercepat realisasi mobil hybrid, mobil listrik, dan mobil yang menggunakan bahan bakar gas, diperkirakan masih butuh waktu panjang."Harga minyak turun, sementara soal mobil [hybrid dan listrik] masih panjang, seperti halnya di negara maju," kata Kurtubi.Seperti diketahui Presiden Yudhoyono akan menyampaikan pidatonya tentang pelaksanaan penghematan energi nasional yang akan dilakukan hari ini di Istana Merdeka  pada  19.30 WIB.Sebelumnya Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah akan menerapkan lima langkah plus dua pengendalian bahan bakar minyak bersubsidi, dan Presiden Yudhoyono akan berpidato soal kebijakan tersebut.Semula pidato tersebut akan dilakukan awal Mei kemudian menjadi 23 Mei, tapi kemudian menjadi tanggal 28 Mei atau hari ini. Rencananya kebijakan tersebut akan dilakukan per 1 Juni 2012.Lima langkah plus dua tersebut adalah berupa 5 Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral  plus  2 langkah lainnya yaitu berupa pengawasan  yang ketat dari kebocoran dan penyelundupan (Bisnis, 9 Mei 2012).Hatta mengatakan dalam pidatonya, Presiden Yudhoyono tidak hanya menyampaikan soal BBM melainkan juga terkait  masalah pembangunan di dalam negeri.Adapun 5 Kepmen ESDM untuk mengendalikan BBM adalah semua mobil pemerintah tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi, dilakukan konversi BBM ke bahan bakar gas.Selanjutnya perusahaan pertambangan dan perusahaan perkebunan tidak diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi, tidak diperkenankan membangun pembangkit listrik yang mengunakan BBM bersubsidi, gedung pemerintah melakukan penghematan penggunaan listrik. (ra)

 

SITE MAP:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top