Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AIRASIA tunda rute umrah SOLO-JEDDAH

SOLO: Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia memutuskan untuk menunda rencana pembukaan penerbangan umrah Solo-Jeddah, menyusul akan ditutupnya direct flight Kuala Lumpur-Solo mulai 2 September 2012.Station Head AirAsia Cabang Surakarta, Josephine, mengatakan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Mei 2012  |  16:26 WIB

SOLO: Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia memutuskan untuk menunda rencana pembukaan penerbangan umrah Solo-Jeddah, menyusul akan ditutupnya direct flight Kuala Lumpur-Solo mulai 2 September 2012.Station Head AirAsia Cabang Surakarta, Josephine, mengatakan rencana pembukaan jalur penerbangan umrah  Solo-Jeddah, yang sempat disisapkan dengan Angkasa Pura I, selaku operator Bandara  Interasional Adi Soemarmo Surakarta beberapa waktu lalu terpaksa ditunda, karena ‘station’ Air Asia di Solo juga akan ditutup.Penutupan itu, lanjutnya, juga karena direct flight Kuala Lumpur-Solo bakal ditutup per 2 September 2012.“Persiapkan rencana pembukaan rute penerbangan umroh itu terjadi sebelum keluarnya keputusan dari Air Asia untuk penerbangan Kuala Lumpur-Solo ditutup per September mendatang, sehingga rencana pembukaan jalur Solo-Jeddah otomatis di-pending,” ujarnya, Minggu 27 Mei 2012.Penundaan tersebut, akan berlaku sampai dengan waktu yang tidak ditentukan, atau sampai manajemen Air Asia memutuskan membuka kembali station di Solo.Sementara itu, General Manager PT Angkara Pura I, Bandara International Adi Soemarmo Surakarta, Kol. (Pnb), Abdullah Usman sebelumnya mengatakan pihaknya membidik adanya penerbangan umrah di Solo, dan maskapai penerbangan AirAsia yang paling berminat menggarap pasar tersebut dengan segera membuka jalur penerbangan Solo-Jeddah yang semula dijadwalkan tahun ini.Minat AirAsia tersebut menurut Usman, karena semakin besarnya minat masyarakat Indonesia melakukan ibadah umroh, yang dijadikan alternative masyarakat untuk beribadah selain haji, yang diketahui biasanya menunggu antrian panjang berdasarkan kuota, sedangkan umroh bias kapan saja waktunya.Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo diketahui sudah berpengalaman melayani penerbangan internasional, terutama ke Jeddah, Arab Saudi, karena selama ini juga menjadi salah satu embarkasi haji di Indonesia, di mana setiap musim haji terdapat sekitar 33.000 jemaah haji yang diberangkatkan dari bandar udara di Solo tersebut.Menurutnya, besarnya potensi penerbangan umroh itu salah satunya dapat terlihat dari data yang menyebutkan sedikitnya terdapat 300 orang masyarakat Solo sebulan sekali melaksanakan ibadah umroh, belum ditambah daerah sekitarnya, seperti Boyolali, Semarang, Yogyakarta, hingga Magetan.“Selama ini jemaah umrah harus berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan sebelum terbang menuju Jeddah itu, mereka harus transit dahulu sekitar 7 jam. Kalau langsung Solo-Jeddah, mereka bisa langsung dan sangat menguntungkan, baik dari segi masyarakat maupun maskapai penerbangannya, bias menghemat biaya hingga 20%,” tuturnya.Seperti diketahui, efektif mulai 2 September 2012, manajemen AirAsia memutuskan akan menutup penerbangan langsung rute Kuala Lumpur-Solo yang saat ini diterbangi sebanyak tujuh kali dalam seminggu, sebagai bagian dari penataan ulang strategi bisnis AirAsia.Sebagai pengganti penutupan rute Kuala Lumpur-Solo tersebut, AirAsia akan menambah frekuensi penerbangan Kuala Lumpur-Yogyakarta yang semula tujuh kali seminggu menjadi 14 kali seminggu, atau sebelumnya sehari sekali menjadi sehari dua kali. (ea) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Puput Ady Sukarno

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top