Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DEFISIT ANGGARAN: Pemerintah Harus Cegah Dana Keluar Perusahaan Global

JAKARTA: Kalangan pengamat menilai tren penurunan nilai neraca berjalan tidak akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi karena diiringi oleh kenaikan realisasi investasi.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 23 Mei 2012  |  18:29 WIB

JAKARTA: Kalangan pengamat menilai tren penurunan nilai neraca berjalan tidak akan berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi karena diiringi oleh kenaikan realisasi investasi.

 

Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Destry Damayanti mengatakan penurunan nilai neraca berjalan tidak hanya didorong oleh penurunan kinerja neraca perdagangan.

 

Dia menjelaskan neraca berjalan Indonesia mengalami tren penurunan akibat laju pertumbuhan impor yang didorong oleh pertumbuhan konsumsi domestik.

 

Menurutnya, defisit neraca berjalan juga dipengaruhi oleh tingginya repatriasi pendapatan dalam beberapa tahun terakhir sebagai dampak dari pertumbuhan investasi langsung (FDI) di Indonesia.

 

“Defisit neraca berjalan tidak perlu dikhawatirkan. Itu juga merupakan konsekuensi dari arus FDI yang tinggi,” katanya, hari ini.

 

Data Bank Indonesia menyatakan defisit neraca berjalan pada kuartal I/2012 mencapai US$2,9 miliar atau lebih tinggi dari surplus neraca modal yang sebesar US$2,2 miliar.

 

Sebelumnya, DBS Group Ltd memperkirakan tahun ini neraca berjalan Indonesia akan mencetak defisit senilai 0,5% dari PDB.

 

Destry menjelaskan pemerintah harus menyiapkan langkah untuk menekan arus keluar repatriasi pendapatan perusahaan-perusahaan global guna menahan tren kenaikan defisit neraca berjalan.

 

Perusahaan asing yang berinvestasi harus didorong untuk menanamkan modal kembali di Tanah Air melalui berbagai insentif.

 

“Bisa bermacam-macam. Pemerintah bisa sediakan insentif fiskal atau perbaikan infrastruktur dan ketersediaan listrik agar mereka tertarik re-invest,” jelasnya. (yus)

 

SITE MAP:


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top