Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UKM butuh kompetitor untuk tetap bersaing

JAKARTA: Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan menegaskan persaingan usaha tetap diperlukan bagi pelaku usaha kecil dan menengah agar semakin kompetitif untuk bisa melahirkan kreatrivitas dan inovasi produk. “Melalui kreativitas dan inovasi,
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 11 Mei 2012  |  12:36 WIB

JAKARTA: Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan menegaskan persaingan usaha tetap diperlukan bagi pelaku usaha kecil dan menengah agar semakin kompetitif untuk bisa melahirkan kreatrivitas dan inovasi produk. “Melalui kreativitas dan inovasi, secara sistematis meningkatkan kualitas produk sehingga makin dikenal secara luas masyarakat konsumen,” katanya pada seminar akselerasi kinerja perempuan menghadapi tuntutan global diselenggarakan Kowani di Gedung SME Tower, Jakarta Selatan (Jumat, 11 Mei 2012). Menurut dia, persaingan memang bisa diartikan sebagai api dalam setiap usaha seperti yang menjadi usaha utama anggota Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Oleh karena itu pelaku usaha kecil menengah (UKM) anggota organisasi tersebut harus mampu mengendalikan api. Jangan sekali-kali mentransfer api tersebut tanpa terkendali karena akibatnya bisa membakar aset sendiri. Apabila anggota Kowani mampu mengendalikan api yang diartikan sebagai persaingan usaha, Menteri Koperasi dan UKM optimistis kesuksesan akan terus diraih. Kaum perempuan memang harus didukung ketika melaksanakan usaha. Kementerian Koperasi dan UKM akan tetap menjadi instansi terdepan memberi dukungan terhadap Kowani. Dukungan diberikan, karena pada dasarnya kaum perempuan memiliki kontribusi tinggi membangun perekonomian Indonesia. Ketua Umum Kowani Dewi Motik Pramono menjelaskan pihaknya telah meluncurkan e-commerce untuk meningkatkan produktivitas dan aktivitas organisasi. Sedangkan pameran yang melibatkan UKM dari kawasan Asia Tenggara, dibuka resmi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Agum Gumelar (9 Mei 20120). (arh) 

+ JANGAN LEWATKAN:

10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top