Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANGKA PENGANGGURAN: Program padat karya jadi prioritas

JAKARTA: Pemerintah memprioritaskan penciptaan lapangan pekerjaan formal maupun informal dan program padat karya agar mampu menekan angka pengangguran di Tanah Air.Satu kebijakan lainnya yang diambil adalah menyelenggarakan aksi Gerakan Penanggulangan
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 09 Mei 2012  |  17:32 WIB

JAKARTA: Pemerintah memprioritaskan penciptaan lapangan pekerjaan formal maupun informal dan program padat karya agar mampu menekan angka pengangguran di Tanah Air.Satu kebijakan lainnya yang diambil adalah menyelenggarakan aksi Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) di berbagai daerah untuk menurunkan angka pengangguran menjadi 5,1% pada 2014."Meski kondisi ketenagakerjaan semakin membaik dari tahun ke tahun, tapi upaya membuka lapangan kerja baru dan mengurangi pengangguran terus dilakukan secara intensif," ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar pada Rabu, 9 Mei 2012.Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2012 mencapai 6,32% atau 7,61 juta orang.Pada Februari 2011, jumlah pengangguran terbuka mencapai 8,12 juta orang, di Agustus 2011 ada 7,7 juta orang, sedangkan Februari 2012 sekitar 7,61 juta orang.Muhaimin menyatakan pemerintah optimistis dapat menurunkan angka pengangguran, tapi diperlukan komitmen yang diimplementasikan dalam bentuk usaha yang serius dari seluruh kalangan, baik pemerintah, dunia usaha dan seluruh komponen masyarakat."Salah satunya adalah dengan meningkatkan SDM dengan membangun kompetensi tenaga kerja yang memiliki daya saing guna perluasan kesempatan kerja."Yang lebih utama lagi, lanjutnya, adalah dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan pada pencari kerja terdidik.Sementara itu, mengenai terbatasnya kesempatan kerja baru dan tidak sesuainya kompetensi yang dimiliki tenaga kerja dengan pasar kerja, Muhaimin menilai menjadi satu penyebab tingginya pengangguran."Di sektor formal, penciptaan lapangan kerja baru membutuhkan investor untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya produktivitas kerja," jelasnya.Oleh karena itu, dia menambahkan hubungan industrial yang kondusif dan harmonis menjadi syarat agar investor tertarik dan membuka investasi baru. (ra)

 

>>BACA JUGA

Pemerintah beri dukungan kelayakan JSS


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top