Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ramba Energy masih berniat ambil porsi blok migas Jatirarangon

JAKARTA: Ramba Energy Ltd, induk usaha PT Sugih Energy Tbk, masih berniat mengambil sedikit porsi di dalam blok migas Jatirarangon yang mayoritas sahamnya akan dijual kepada PT Petross Energy."Perusahaan berkeinginan mempertahankan sebagian kecil
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 30 November 2011  |  13:42 WIB

JAKARTA: Ramba Energy Ltd, induk usaha PT Sugih Energy Tbk, masih berniat mengambil sedikit porsi di dalam blok migas Jatirarangon yang mayoritas sahamnya akan dijual kepada PT Petross Energy."Perusahaan berkeinginan mempertahankan sebagian kecil porsi di Blok Jatirarangon, misalnya sebagai operator," ujar Non-Executive Chairman Ramba Energy Tan Chong Huat hari ini.Hal itu disampaikan Tan Chong Huat dalam keterbukaan informasi Ramba kepada Bursa Singapura hari ini.Berdasarkan penelusuran di dunia maya, penjualan berniat dilakukan terhadap 70% saham Blok Jatirarangon TAC kepada Petross senilai US$30 juta.Saat ini, tuturnya, saat ini Petross dan Ramba Energy masih mendiskusikan draf awal perjanjian jual beli bersyarat (conditional sale and purchase agreement/CSPA).Di Jatirarangon, kepemilikan Ramba Energy diwakili oleh anak usahanya bernama Ramba Energy Jatirarangon, yang dulunya bernama Ellipse Energy Jatirarangon Wahana Ltd.Ramba, yang dipimpin Aditya Soeyadjaya, mencatatkan sahamnya di Singapura dengan kode RMBA.Ramba Energy Jatirarangon mengoperasikan dan memiliki 70% saham di blok Jatirarangon bersama dengan PT Wahana Sad Karya yang memiliki 30% bagian.Pada akhir Oktober, Ramba mengumumkan telah mendapatkan tambahan pasokan gas di blok Jatirarangon sebanyak 4 juta standard cubic feet per day (mmscfd).Produksi gas sebesar itu didapatkan setelah mulai beroperasinya sumur JRR-7 di Jatirarangon pada 27 Oktober. Produksi 4 mmscfd juga disumbangkan oleh sumur JRR-6.JRR-7 merupakan satu dari dua sumur perusahaan yang sudah beroperasi pada paruh kedua tahun ini, selain JRR-6 yang sudah mulai beroperasi pada 23 Oktober.Tambahan produksi itu meningkatkan total produksi gas perseroan sebesar 6,8 mmscfd di blok Jatirarangon, bersama dengan produksi 80 barel minyak per hari.Sebelumnya pada April, Ramba Energy merenegosiasi harga jual gas dari Jatirarangon yang berlokasi di Bekasi dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).PGN setuju untuk membayar 70% gas itu, atau senilai US$4,33 per million British thermal units (mmbtu), hingga 2020.Hasil transaksi itu diprediksi menyumbangkan pendapatan kepada perusahaan sebesar US$20.000 per hari.Selain Sugih Energy yang sahamnya berkode SUGI di Bursa Efek Indoensia, Ramba juga memiliki anak usaha lain bernama RichLand yang menjadi operator logistik di Singapura dan Indonesia.Petross, yang dipimipin Andhika Anindyaguna Hermanto, saat ini memiliki dua SPBU di Jakarta. Kedua SPBU terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan di Jakarta Timur dan Rawa Buaya di Jakarta Barat.(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top