Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Boediono: Pemanfaatan hutan harus berkelanjutan

JAKARTA: Wakil Presiden Boediono menegaskan pemanfaatan hutan saat ini jangan sampai menimbulkan beban di masa depan.Menurut Boediono,  harus ada cara baru dalam memanfaatkan hutan yang berkelanjutan."Hutan bukan tidak boleh dimanfaatkan. Tetapi
Aprilian Hermawan
Aprilian Hermawan - Bisnis.com 22 November 2011  |  12:46 WIB

JAKARTA: Wakil Presiden Boediono menegaskan pemanfaatan hutan saat ini jangan sampai menimbulkan beban di masa depan.Menurut Boediono,  harus ada cara baru dalam memanfaatkan hutan yang berkelanjutan."Hutan bukan tidak boleh dimanfaatkan. Tetapi pemanfaatannya harus berkelanjutan, harus sustainable dan tidak menimbulkan beban dimasa mendatang. Kita harus mencari cara-cara pemanfaatan hutan kita yang tetap dapat menjaga fungsi hutan," kata Boediono saat membuka  Kongres Kehutanan Indonesia ke-5, hari ini.Wapres mengatakan teknologi saat ini memungkinkan pemanfaatan hutan yang tetap bisa menjaga sistem ekologinya.Boediono menjelaskan pemanfaatan hutan dimasa lalu dilakukan memang untuk mendukung pembangunan perekonomian nasional dan industrialisasi. Namun, banyak kawasan hutan setelah dieksploitasi tanpa diikuti penanaman kembali yang memadai kemudian menjadi lahan yang tak berhutan. Sebagian berubah fungsinya menjadi lahan pertanian, lahan pertambangan, perumahan dan lain-lain. Lahan yang berubah fungsi ini memang masih memberikan nilai tambah, tapi secara statistik tidak lagi tercatat sebagai nilai tambah sektor kehutanan."Tapi yang lebih penting untuk kita catat adalah bahwa sebagian cukup besar dari bekas lahan hutan itu ditinggal begitu saja menjadi lahan terlantar, lahan kritis, lahan yang sama sekali tidak memberi nilai ekonomis atau nilai sosial," jelasnya.Akibatnya, lanjut Boediono, generasi sekarang  harus menanggung beban pemanfaatan hutan masa lalu, mulai dari banjir, pemanasan global, kerusakan lingkungan hingga biaya penanggulangan bencana. Biaya ini sebenarnya harus dihitung dan dibayar sewaktu  memanfaatkan hutan dimasa yang lalu. Tapi itu tidak dilakukan."Yang harus menjadi keprihatinan kita bersama adalah bahwa ada praktek-praktek pemanfaatan hutan yang tidak sustainable yang masih terus berlangsung sampai hari ini," katanya.Boediono kemudian mengutip pepatah China kuno mengenai kerusakan alam ini yang berbunyi,   “apabila engkau tidak lagi menjumpai pohon untuk berteduh dari terik matahari, jangan salahkan matahari. Salahkan dirimu sendiri.”Pepatah ini mengandung arti  semua  yang dilakukan sekarang membentuk keadaan besok bagi suatu bangsa dan generasi mendatang.(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top