Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

'Penyerapan anggaran jangan dipaksakan'

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 November 2011  |  20:21 WIB

 

JAKARTA: Penyerapan anggaran belanja modal pemerintah sebaiknya tidak dipaksakan. Apabila tidak dapat terserap secara optimal lebih baik dialokasikan sebagai cadangan risiko krisis tahun depan.
 
CEO EC-Think Iman Sugema mengungkapkan dalam waktu kurang dari dua bulan penyerapan anggaran pemerintah tidak mungkin maksimal dan tidak perlu dipaksakan.
 
"Dana yang seharusnya terserap 2011 di-carry over saja ke 2012 untuk dijadikan cadangan menghadapi krisis," tutur Iman di sela accara Indonesia Economic Observation 2011-2012, hari ini.
 
Menurut Iman, dibandingkan dengan menarik pembiayaan defisit yang bersifat utang, lebih baik memanfaatkan anggaran belanja pemeritah yang tidak terserap, karena likuiditas pasar global cenderung sulit pada 2012. 
 
Iman menuturkan pengalihan anggaran belanja yang tidak terserap ke tahun anggaran berikutnya pernah dilakukan pemerintah pada 2007, saat penyerapan APBN hanya mencapai 92,41%. 
 
"Serapan yang rendah ini bisa jadi berkah buat tahun mendatang," ujarnya.
 
Direktorat perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja pemerintah pusat per 7 November baru sebesar Rp912,08 triliun (69,1% dari pagu), tidak sebanding dengan penerimaan negara dan hibah yang telah menapai Rp921,28 triliun (78,7% dari target). (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ana Noviani

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top