Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BP Migas perkirakan lifting tahun ini 915.000 bph

JAKARTA: Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) memperkirakan realisasi produksi terjual (lifting) minyak mentah dan kondensat pada tahun ini hanya mencapai 915.000 barel per hari.Kepala BP Migas R Priyono mengungkapkan rata-rata
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 29 September 2011  |  15:32 WIB

JAKARTA: Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) memperkirakan realisasi produksi terjual (lifting) minyak mentah dan kondensat pada tahun ini hanya mencapai 915.000 barel per hari.Kepala BP Migas R Priyono mengungkapkan rata-rata pencapaian lifitng sepanjang 2011 ini, masih terbilang jauh di bawah target yang ditetapkan dalam APBN Perubahan 2011 sebesar 945.000, yakni di bawah 910.000 bph. "Perkiraan kita sekitar 915.000 bph. Itu sudah bagus karena sekarang saja masih di bawah 910.000 bph," ujarnya, hari ini.Dia mengungkapkan salah satu kendala yang menyebabkan tidak tercapainya target lifting selama ini dipicu oleh masalah birokrasi karena persetujuan rencana pengembangan (PoD) oleh pemerintah untuk para kontraktor migas memakan waktu cukup lama.Selain itu, jelasnya, secara umum para kontraktor migas terkendala masalah penurunan produksi secara alamiah karena usia sumur di daerah operasi sudah di atas 40 tahun. "Lifting minyak rendah juga diakibatkan faktor tak terduga yang berada di luar pengendalian BP Migas."Dia mencontohkan penurunan produksi di PT Chevron Pacific Indonesia, Blok West Madura Offshore, melesetnya perkiraan produksi lapangan ConocoPhillips di Natuna yang sebelumnya diperkirakan menghasilkan 30.000 bph, dan terakhir kebakaran kapal Lentera Bangsa yang menyebabkan produksi CNOOC turun 16.000 bph.Senada dengan itu, Deputi Operasi BP Migas Rudi Rubiandini mengatakan akibat kapal Lentera Bangsa terbakar, produksi minyak saat ini turun menjadi sekitar 890.000 bph."Kita kan sudah biasa [target lifitng] tidak tercapai karena memang target itu dibuat agar kita mau mengejar. Tapi memang susah untuk kita mengejar," katanya.Namun, lanjutnya, rata-rata realisasi lifting bulanan sudah mulai naik dan kini mencapai 912.000 bph, sehingga pada 2012, diharapkan bisa mencapai 930.000 bph."Dengan langkah out the box [terobosan], maka produksi bisa mencapai 950.000 bph atau sesuai target APBN. Lagipula, terpenuhi 100%, saya rasa tidak pernah ada, kecuali 1998 sekitar 104%."Menurut Rudi, kontribusi kenaikan lifting tahun depan berasal dari beberapa proyek yang tahun ini tidak berjalan. Dia mencotohkan proyek Jambi Merang yang seharusnya 8.000 bph bisa berproduksi, sekarang baru mencapai 2.500 bph.Tidak tercapainya target produksi itu, jelasnya disebabkan oleh dispute tentang peralatan yang belum tuntas. "Berarti saya masih punya tabungan 5.500 bph dari optimasi Jambi Merang untuk tahun depan," tuturnya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top