Agus Martowardojo: IMF harus fleksibel !

JAKARTA: Pemerintah Indonesia berharap Dana Moneter Internasional (IMF) untuk bersikap fleksibel dalam memberikan pinjaman dana kepada negara-negara yang tengah menghadapi krisis finansial.Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo dalam pidato resmi di
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 27 September 2011  |  09:21 WIB

JAKARTA: Pemerintah Indonesia berharap Dana Moneter Internasional (IMF) untuk bersikap fleksibel dalam memberikan pinjaman dana kepada negara-negara yang tengah menghadapi krisis finansial.Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo dalam pidato resmi di Pertemuan Tahunan Bank Dunia & IMF di Washington DC pekan lalu, mengatakan saat ini ekonomi dunia menghadapi utang luar negeri yang menumpuk, defisit fiskal yang  melebar dan ketidakseimbangan global. Pemulihan ekonomi global yang dilakukan masih rentan meskipun ada perkembangan signifikan di negara-negara berkembang.Agus mengatakan Indonesia berharap pertemuan Bank Dunia dan IMF memberikan kerangka solusi yang tepat untuk mencegah krisis lebih lanjut.Untuk itu, ujar Menkeu Agus Martowardojo, IMF harus meningkatkan kerja sama dalam pengaturan skema pembiayaan untuk kawasan yang terkena krisis."Kami mendorong IMF untuk merancang sebuah kerangka kerja kolaboratif dalam kerja sama ini dan meningkatkan fleksibilitas fasilitas pinjaman," kata Agus Martowardojo dalam transkrip pidato yang diterima Bisnis hari ini.Saat ini Eropa menjadi wilayah yang terkena dampak krisis utang luar negeri terparah. Italia bersama Spanyol, Irlandia, Portugal, Siprus dan Yunani menjadi negara-negara zona euro yang terkena pemangkasan peringkat oleh Standard & Poor's.Baru-baru ini Yunani, negeri para dewa ditolong Uni Eropa dengan US$155 miliar, Portugal mendapatkan injeksi 3,98 miliar euro (US$5,4 miliar) dari IMF.Hari ini, euro diperdagangkan melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, seiring dengan langkap Italia dan Spanyol yang akan melakukan lelang surat utangnya.Mata uang 17 negara zona euro tersebut diperdagangkan melemah 1,2% terhadap yen setelah PM Belanda Mark Rutte mengatakan pihaknya dan Finlandia tak berencana menambah komitmen di dana talangan."Saya tetap menilai bearish terhadap euro. Masalah Eropa belum sepenuhnya teratasi," kata Kengo Suzuki, manajer Mizuho Securities Co di Tokyo.Euro diperdagangkan di level US$1,3496 pada 9:02 pagi di  Tokyo dari sebelumnya US$1,3533. Terhadap yen, euro mencapai 103,14 yen dari sebelumnya 103,34 yen. (faa) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top