Ekspor furnitur diprediksi merosot 30%

JAKARTA: Ketua Umum Asosiasi Permebelan Indonesia (Asmindi) Ambar Tjahjono mengungkapkan ekspor furnitur hingga September diperkirakan merosot 30% akibat kondisi ekonomi global.  "Ekspor furnitur sudah bukan krisis tapi kritis. Ini sangat berat
Hilman Hidayat
Hilman Hidayat - Bisnis.com 25 September 2011  |  17:53 WIB

JAKARTA: Ketua Umum Asosiasi Permebelan Indonesia (Asmindi) Ambar Tjahjono mengungkapkan ekspor furnitur hingga September diperkirakan merosot 30% akibat kondisi ekonomi global.  "Ekspor furnitur sudah bukan krisis tapi kritis. Ini sangat berat karena sampai kuartal II turun 20% dan sampai September merosot lebih tajam," ujar Ambar kepada Bisnis, hari ini.Ambar mengatakan penurunan ekspor ini disebabkan oleh situasi global yang sedang tidak menentu."Amerika dan Eropa sedang sakit diperparah lagi perang di Timur Tengah yang memacu situasi makin buruk," ujar Ambar.Selain situasi global, Ambar mengatakan penurunan ekspor juga diperparah oleh nilai tukar rupiah yang menguat dalam periode yang cukup panjang hingga level Rp8.400. Penguatan rupiah itu menyebabkan industri rotan kian terpuruk.Meski dalam beberaha hari ini rupiah melemah, menurut Ambar, hal itu tersebut tidak akan memacu kondisi saat ini menjadi lebih baik."Kami berharap rupiah bisa sampai Rp10.000 karena kondisi ekonomi saat ini membaik, surplus ekspor juga baik. Begitu pula dengan cadangan devisa. Sayangnya pemerintah terpaku pada citra seolah-olah kalau rupiah menguat itu bagus," jelasnya.Menghadapi ancaman perlemahan permintaan dari Eropa dan AS, Ambar mengatakan pihaknya akan menyasar pasar China, Taiwan, Korea dan Australia.Keempat pasar itu, menurut dia, mencatat pertumbuhan permintaan yang cukup baik, sehingga dapat mengimbangi pelemahan permintaan di negara tradisional. (tw)   

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top