JAKARTA: Pemerintah berjanji meredam tekanan inflasi pada tahun ini di level 5,3% seperti target dalam APBN 2011 dengan memastikan kecukupan produksi dan ketersediaan bahan pangan dan energi di dalam negeri.
Armida S. Alisjahbana, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, menuturkan meningkatnya tekanan inflasi pada tahun ini lebih banyak dipengaruhi oleh lonjakan harga komoditas pangan dan energi di pasar global. "Tingginya inflasi saat ini banyak terkait dengan kondisi pasar global. Misalkan harga komoditas pangan. Itu harus selalu dicermati. Dampaknya itu bisa diminimalkan dengan melakukan ketahanan pangan dan ketahanan energi. Minimal produksi dan stok cukup," ujarnya hari ini. Menurut Armida, fokus kebijakan pemerintah diharapkan mampu mencapai kisaran target inflasi tahun ini berkisar 5 plus/minus 1%. Revisi asumsi inflasi baru akan dilakukan jika arah deviasi sudah menembus 10% dari asumsi 5,3%. "Sebelum ada keputusan apapun, kami akan mengupayakan agar target inflasi [Anggaran Pendapatan Belanja Negara/APBN 2011] tercapai. Namun, kalau sudah 10% di atas asumsi akan dievaluasi," jelasnya. Untuk program ketahanan pangan, lanjut Armida, pemerintah membaginya upaya menjadi program jangka pendek dan jangka menengah. Program jangka pendek meliputi peningkatan produktivitas pertanian dan pengawalan produksi pertanian mengahadapi iklim dengan memastikan ketersedian benih dan pupuk. "Untuk jangka menengah, seperti penambahan lahan dan upaya-upaya peningkatan produktivitas, melakukan penyuluhan dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti irigasi dan lain-lain," jelasnya. (esu)Pemerintah janji redam lonjakan inflasi
JAKARTA: Pemerintah berjanji meredam tekanan inflasi pada tahun ini di level 5,3% seperti target dalam APBN 2011 dengan memastikan kecukupan produksi dan ketersediaan bahan pangan dan energi di dalam negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : Mardianah Noerdjali
Editor : Mursito
Topik
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

11 jam yang lalu
Rekor Baru Harga Emas Dibayangi Tarif Trump dari AS
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Terpopuler
# Hot Topic
Rekomendasi Kami
Foto
