Omzet industri makanan & minuman naik 10% tahun depan

JAKARTA: Omzet industri makanan dan minuman pada 2011 diprediksi tidak meningkat melebihi tahun ini menyusul penetapan kebijakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi pada kendaraan pelat hitam serta kemungkinan kembali terjadi peningkatan tarif dasar
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  05:01 WIB

JAKARTA: Omzet industri makanan dan minuman pada 2011 diprediksi tidak meningkat melebihi tahun ini menyusul penetapan kebijakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi pada kendaraan pelat hitam serta kemungkinan kembali terjadi peningkatan tarif dasar listrk (TDL).Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Franky Sibarani mengatakan Gapmmi hanya memprediksi omzet meningkat 9%-10% pada 2011. Angka itu didasarkan atas sejumlah kebijakan yang akan diterapkan pemerintah pada tahun depan. Kebijakan itu diyakini mempengaruhi daya beli masyarakat."Kami memprediksi hanya akan terjadi peningkatan omzet sebesar 9%-10% pada 2011," kata Franky ketika dihubungi lewat telepon gengamnya hari ini.Dia mengatakan sokongan pertumbuhan omzet makanan dan minuman tersebut akan lebih didorong terutama oleh peningkatan penjualan di sektor ritel modern, dibandingkan dengan pasar tradisional. Mengingat konsumen yang berbelanja di toko modern kebanyakan adalah kelas menengah atas.Menurut dia, prediksi pertumbuhan yang diperkirakan Gapmmi pada 2011 tidak bergeser dari perkiraan peningkatan omzet makanan dan minuman pada tahun ini, yang diperkirakan akan berkisar pada angka 9%-10%. "Pertimbangannya kami lihat kebijakan pemerintah [pada tahun 2011,]," kata Franky.Dua kebijakan pemerintah yang diperkirakan akan menahan laju pertumbuhan penjualan tahun depan, pertama, pembatasan penggunaan BBM bersubsidi pada 2011. Pemerintah berencana menerapkan pembatasan BBM bersubsidi untuk semua kendaraan pelat hitam.Kedua, adanya faktor kemungkinan terjadinya peningatan TDL. Mengigat selama ini komponen listrik mempengaruhi pola belanja konsumen. Saat listrik baru mengalami peningkatan, bisanya konsumen menyesuaikannya dengan menahan belanja di luar kebutuhan pokok.Sementara itu, Nielsen Indonesia sebelumnya memperkirakan bisnis ritel pada 2011 akan tumbuh 13%-15% dengan peningkatan penjualan signifikan pada produk perawatan tubuh (personal care) dan makanan. Nielsen memprediksi sampai dengan akhir tahun ini industri ritel dipastikan dapat bertumbuh 12%. (yn)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top