Obama ajak kompromi terkait pemotongan pajak

WASHINGTON: Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersedia berkompromi dengan Kongres terkait insentif pemotongan pajak bagi penduduk berpenghasilan tinggi.Obama mengatakan dirinya akan menyetujui legislasi yang berisi pemotongan pajak untuk wajib pajak
Bambang Supriyanto | 07 Desember 2010 12:09 WIB

WASHINGTON: Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersedia berkompromi dengan Kongres terkait insentif pemotongan pajak bagi penduduk berpenghasilan tinggi.Obama mengatakan dirinya akan menyetujui legislasi yang berisi pemotongan pajak untuk wajib pajak berpenghasilan tinggi, tarif pajak rendah untuk dividen, laba investasi dan perumahan mewah selama 2 tahun mendatang, asalkan Kongres memperpanjang asuransi bagi pengangguran selama 1 tahun."Tanpa kompromi, [isu] keluarga kelas menengah akan mengganggu kesehatan politik di Washington [Kongres]," jelas Obama, kemarin.Dia juga masih meyakini bahwa pemerintah tidak sanggup memperpanjang secara permanen fasilitas pajak untuk penduduk kaya.Obama menyatakan hal tersebut setelah menggelar pertemuan di Gedung Putih dengan para politisi Demokrat di Kongres. Kubu Demokrat dan politisi Republik di Kongres masih harus meyakinkan rencana kompromi itu kepada para kaukus masing-masing.Lawrence Mishel, Presiden Economic Policy Institute, menganggap kompromi pemerintahan Obama dapat membantu tercapainya keputusan yang lebih cepat di Kongres mengenai isu insentif pajak.Namun, dalam sebuah surat untuk Jurubicara Parlemen Nancy Pelosi, anggota Parlemen Peter Welch dari Vermont dan sedikitnya 5 anggota Parlemen lain dari kubu Demokrat justru meminta Pelosi untuk tidak menyetujui usulan Obama."Kami mendukung diperpanjangnya pemotongan pajak untuk 98% pembayar pajak AS [kelas menengah] seperti yang telah diusulkan presiden sejak awal. Obama dan kami [Demokrat]semestinya tidak berbalik arah," tulis Welch dalam surat itu.Jika Kongres sepakat, pajak marjinal akan diberlakukan dengan tarif bervariasi mulai dari 10% hingga 35% terhitung 1 Januari 2011. Tarif pajak 15% untuk sebagian besar laba investasi dan dividen selama 2 tahun mendatang juga dipertahankan.Selain itu, asuransi untuk penganggur jangka panjang akan diperpanjang selama 13 bulan ke depan. Tarif pajak karyawan, yang dialokasikan untuk jaminan sosial dan kesehatan, akan diturunkan sebanyak 2% selama 2011.Rencana kompromi Obama juga akan mematok tarif pajak perumahan mewah maksimal 35% yang diberlakukan setelah subsidi bebas pajak sebesar US$5 juta per individu. Tarif itu terendah sejak 1931 dan lebih rendah dari usulan Demokrat.(yn)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top