Resmikan Hunian Subsidi di Meikarta, Hashim Optimistis Perumahan Sumbang Ekonomi 1,5%

Hashim resmikan rusun subsidi di Meikarta, optimistis sektor perumahan sumbang 1,5% ekonomi. Fokus pada hunian vertikal untuk MBR, target 3 juta rumah per tahun.
Alifian Asmaaysi,Akbar Maulana al Ishaqi
Senin, 9 Maret 2026 | 06:13
Penyerahan hibah tanah 30 hektar dari Grup Lippo yang diwakili Mochtar Riady (tiga dari kiri) ke Menteri PKP Maruarar Sirait (tiga dari kanan) yang disaksikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk program 3 juta rumah, Meikarta, Cikarang, Bekasi Jawa Barat. / Bisnis-Akbar Maulana
Penyerahan hibah tanah 30 hektar dari Grup Lippo yang diwakili Mochtar Riady (tiga dari kiri) ke Menteri PKP Maruarar Sirait (tiga dari kanan) yang disaksikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk program 3 juta rumah, Meikarta, Cikarang, Bekasi Jawa Barat. / Bisnis-Akbar Maulana
Executive Brief
  • Pembangunan kawasan perumahan menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 1,5% hingga 2% dengan efek pengganda yang signifikan.
  • Proyek perumahan menjadi tumpuan utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%, dengan fokus pada pembangunan 3 juta apartemen rumah per tahun.
  • Pemerintah memprioritaskan pembangunan rumah susun subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dimulai dengan proyek di Meikarta yang akan menyediakan 140.000 unit.

* Executive Brief ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah meyakini pembangunan kawasan perumahan telah menyumbang pertumbuhan ekonomi 1,5% hingga 2%. 

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengungkap industri perumahan memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang sangat tinggi yakni berkisar antara 1,5 hingga 5 kali lipat. Setiap rupiah yang diinvestasikan pada sektor properti diklaim mampu memberikan dampak ekonomi yang berlipat ganda bagi negara. Hal ini terjadi karena terdapat 185 subsektor ekonomi yang terkait langsung dengan rantai pasok bisnis properti, konstruksi, dan perumahan.

“Saya amat yakin bahwa kita akan mencapai [pertumbuhan ekonomi] 8%, karena dari perumahan saja kami hitung sudah 1,5% sampai 2%,” ujarnya dalam agenda groundbreaking Rusun Subsidi Meikarta di Cikarang Selatan, Minggu (8/3/2026).

Hashim yang juga adik Presiden Prabowo itu menuturkan proyek perumahan menjadi tumpuan utama dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi minimal 8%. “Sebetulnya cita-cita kita 3 juta apartemen rumah tiap tahun. Kenapa? Karena waktu saya ditugaskan untuk ikut menyusun program pemerintah 2 tahun lalu adalah agar bagaimana kita bisa mendorong ekonomi kita? Bagaimana kita bisa mencapai 8% pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Hashim merinci, berdasarkan data Satgas Perumahan, saat ini terdapat 9 juta hingga 15 juta keluarga yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan rumah layak huni. Angka tersebut menunjukkan urgensi penyediaan hunian yang selama ini belum terselesaikan oleh pemerintah.

Selain itu, Hashim menyebut masih terdapat pula 27 juta keluarga Indonesia yang saat ini masih menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sehingga, sektor ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar dan ideal menjadi motor dalam mencapai pertumbuhan ekonomi tembus 8%.

Pada tahun ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkap arah pembangunan program 3 juta rumah sepanjang tahun ini akan fokus mengembangkan hunian vertikal atau rumah susun (rusun) subsidi untuk mempercepat suplai perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

"Tahun ini prioritas kami adalah membangun rumah susun subsidi," kata Ara.

Adapun, untuk tahap pertama rusun subsidi tersebut akan dibangun bersama dengan Lippo Group yang berlokasi di Meikarta. Di mana, pembangunan resmi dimulai pada hari ini, Minggu (8/3/2026).

Dalam laporannya, rusun subsidi Meikarta akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare (Ha) dan bakal menyuplai hingga 140.000 unit rusun subsidi bagi MBR.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro