Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan tiga SPBU di Kabupaten Aceh Tamiang kembali beroperasi normal pascabencana banjir.
"Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero) memprioritaskan pemulihan SPBU yang terkena dampak bencana. Kami juga sudah memulihkan 3 SPBU di Kabupaten Aceh Tamiang, agar dapat berfungsi melayani kebutuhan masyarakat di sana," sebut Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Rudy Sufahriadi melalui keterangan resmi, dikutip Minggu (7/12/2025).
Adapun di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) dan Aceh, masih terdapat beberapa SPBU yang blackout (jaringan listrik mati) ataupun mengalami kerusakan sarana dan prasarana akibat terkena banjir. Untuk SPBU di Sumut, saat ini hanya tiga SPBU yang masih belum beroperasi.
Rudy merinci, dari 55 SPBU di Kabupaten Deli Serdang satu SPBU masih mengalami kerusakan sarana dan prasarana, sementara 54 lainnya telah beroperasi. Kemudian di Kabupaten Langkat, dari 21 SPBU, ada dua yang masih belum dapat melayani konsumen karena mengalami banjir di area pulau pompa.
Sementara di Aceh, seluruh SPBU di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Bireuen telah beroperasi normal. Lalu, di Kabupaten Pidie Jaya, dari empat SPBU, tiga sudah beroperasi dan sisanya mengalami kerusakan sarana dan prasarana.
Selanjutnya, di Kabupaten Aceh Tamiang, tiga dari tujuh SPBU sudah beroperasi, sisanya masih dalam proses pemulihan karena terjadi kerusakan sarana dan prasarana. Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak bencana banjir bandang dan sempat terisolasi.
Baca Juga
Di Kabupaten Gayo Lues, satu dari tujuh SPBU telah melayani masyarakat dan enam sisanya masih belum berfungsi karena jaringan listrik belum pulih. Adapun di Kabupaten Bener Meriah, dari empat SPBU seluruhnya masih belum beroperasi karena jaringan listrik mengalami blackout.
Khusus untuk Kabupaten Bireuen, penyaluran BBM ke Bireuen sebelah timur sudah normal, tidak terdapat kendala. Penyaluran BBM dilakukan dari integrated terminal (IT) Lhokseumawe.
Sementara untuk Bireuen sebelah barat, penyaluran sudah berangsur normal, meski dilakukan alih suplai dari fuel terminal (FT) Krueng Raya.
"Operasional FT Krueng Raya juga sudah berangsur normal, antrean perlahan mulai terurai, seiring pendistribusian BBM yang dilakukan terus menerus. Selain itu, sejak Jumat kemarin, mobil tangki bantuan dari IT Lhokseumawe juga telah tiba dan digunakan untuk membantu penyaluran ke Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen," terang Rudy.
Akses LPG di Aceh Pasca-banjir
Rudy juga mengatakan, warga Bireuen telah mendapatkan akses terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG) kembali. Distribusi LPG untuk Bireuen sebelah timur berjalan normal, tanpa kendala pada penyaluran dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE).
Sementara untuk Bireuen bagian barat, meski penyaluran masih dilakukan secara bertahap dan manual, LPG sudah dapat mencapai masyarakat yang membutuhkan.
"Meski medan masih sulit untuk dilewati, namun LPG sudah dapat disalurkan kepada masyarakat. Penyaluran LPG 3 kilogram dilakukan melewati sungai, karena jembatan terputus. LPG ini sangat penting untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.”
Rudy menambahkan bahwa distribusi LPG juga difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum di pengungsian.