ESDM Bicara soal Tudingan Tambang Emas Martabe Penyebab Banjir Sumatra

Kementerian ESDM menyatakan tambang emas Martabe belum tentu menjadi penyebab banjir di Sumatra.
Dua warga melintasi kawasan terdampak bencana banjir bandang di Lambung Bukik, Padang, Sumatra Barat, Jumat (28/11/2025)./Bisnis-Muhammad Noli Hendra
Dua warga melintasi kawasan terdampak bencana banjir bandang di Lambung Bukik, Padang, Sumatra Barat, Jumat (28/11/2025)./Bisnis-Muhammad Noli Hendra

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara soal aktivitas pertambangan emas yang dituding jadi penyebab banjir hingga longsor di wilayah Sumatra.

Adapun, sebelumnya temuan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengungkapkan bahwa banjir di Sumatra Utara membawa gelondongan kayu hasil pembukaan hutan. Pembukaan hutan itu disinyalir tak lepas dari aktivitas tambang emas.

Tambang emas yang dimaksud merupakan milik PT Agincourt Resources (PTAR), entitas usaha Grup Astra PT United Tractors Tbk. (UNTR). Banjir dan longsor pun menerjang lima kabupaten, yaitu Humbang Hasundutan, Agam, Mandailing Natal, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, aktivitas pertambangan sejatinya jauh dari lokasi banjir atau longsor. Oleh karena itu, dia menilai tambang emas belum tentu berkaitan dengan banjir.

"Enggak, ya katanya wilayah kerjanya jauh," ucap Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Senin (1/12/2025).

Kendati demikian, dia mengatakan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bakal mengecek langsung ke lapangan pada Selasa (2/12/2025) besok.

"Oh ya. Ini dicek di lapangan. Besok Pak Menteri akan lihat dari atas besok," kata Yuliot.

Sebelumnya, Walhi Sumatra Utara mengungkapkan bencana banjir membawa gelondongan kayu hasil pembukaan hutan. Ribuan kubik kayu hanyut dibawa banjir bandang yang menghantam pemukiman warga. 

Menurut Walhi Sumatra Utara, di atas perbukitan berdiri megah korporasi tambang emas asing PT Agincourt Resources (Martabe). Citra satelit terbaru pada 2025 turut memperlihatkan pembukaan hutan di areal harangan Tapanuli, tepatnya di kecamatan Batang Toru Tapanuli Selatan dengan skala yang masif.  

"Padahal di lokasi hutan tersebut kaya dengan nilai konservasi tinggi dan menjadi benteng alam jika hujan terjadi," tulis Walhi Sumatra Utara melalui akun Instagram @walhisumut, Kamis (27/11/2025).

Walhi Sumatra Utara mengingatkan bahwa segala bentuk aktivitas industri yang mengeksplorasi alam harus berdasarkan kajian Amdal yang akurat dan cermat. 

"Izin berdirinya tambang emas PT Agincourt Resources harus segera dicek dan dievaluasi. Tidak ada ruang ruang bagi investasi jika masyarakat dan lingkungan menjadi korban," tulis Walhi. 

Terpisah, Agincourt Resources menyatakan bahwa perusahaan beroperasi di daerah aliran sungai (DAS) Aek Pahu yang berbeda dan tidak terhubung dengan wilayah terdampak banjir, yakni di Desa Garoga yang berada di DAS Garoga/Aek Ngadol.

"Pemantauan kami juga tidak menemukan material kayu di DAS Aek Pahu yang dapat dikaitkan dengan temuan di wilayah banjir," kata Katarina Siburian Hardono, Senior Manager Corporate Communications Agincourt Resources, Jumat (28/11/2025). 

"PTAR mendukung penuh kajian komprehensif yang dilakukan pemerintah atas seluruh faktor penyebab bencana ini dan siap bekerja sama secara transparan," tambahnya.

Sejauh ini, Katarina menyebut bahwa PTAR terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI/Polri, Basarnas, mitra kerja, serta para relawan dan pemangku kepentingan lokal, agar seluruh upaya evakuasi, distribusi bantuan, dan penanganan kesehatan berlangsung dengan baik, terarah, dan sesuai dengan arahan pemerintah.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro