Bank Dunia: 1 dari 7 Anak Muda di Indonesia jadi Pengangguran

Bank Dunia melaporkan satu dari tujuh anak muda di Indonesia menganggur dan terjebak di sektor informal.
Logo Bank Dunia di kantor pusat World Bank Group, Washington DC, Amerika Serikat pada Kamis (13/4/2023). / Bloomberg-Samuel Corum
Logo Bank Dunia di kantor pusat World Bank Group, Washington DC, Amerika Serikat pada Kamis (13/4/2023). / Bloomberg-Samuel Corum
Executive Brief
  • Bank Dunia melaporkan bahwa satu dari tujuh anak muda di Indonesia menganggur, dengan banyak yang terjebak di sektor informal berproduktivitas rendah.
  • Partisipasi angkatan kerja masih rendah di negara-negara Pasifik dan di kalangan perempuan, dengan kesenjangan sekitar 15% dibandingkan laki-laki di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
  • Gelombang demonstrasi yang dipimpin generasi muda terjadi di berbagai negara Asia dan Afrika, menyoroti isu korupsi, pengangguran, dan ketimpangan sosial yang semakin melebar.

* Executive Brief ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) menyebut generasi muda Asia kesulitan mendapatkan pekerjaan layak termasuk di Indonesia, dengan banyak yang terjebak di sektor informal berproduktivitas rendah. 

Dalam laporan pembaruan ekonomi regional yang dirilis Selasa (7/10/2025), Bank Dunia mencatat adanya kesenjangan signifikan antara pekerja muda dan berpengalaman di sejumlah negara Asia. 

Laporan tersebut memaparkan, di China dan Indonesia, satu dari tujuh anak muda masih menganggur. Lembaga tersebut juga memperingatkan bahwa jumlah penduduk yang rentan jatuh ke jurang kemiskinan kini lebih besar dibandingkan kelas menengah di sebagian besar negara.

“Secara umum tingkat ketenagakerjaan tinggi, tetapi anak muda kesulitan menemukan pekerjaan. Sebagian besar masyarakat di Asia yang mencari kerja memang mendapatkannya, namun banyak yang terjebak di sektor informal atau berproduktivitas rendah," tulis Bank Dunia dalam laporannya dikutip dari Bloomberg.

Partisipasi angkatan kerja juga masih rendah di negara-negara Pasifik dan di kalangan perempuan. 

Di Indonesia, Malaysia, dan Filipina terdapat kesenjangan sekitar 15% dibandingkan laki-laki. Laporan itu juga mencatat pergeseran pertumbuhan lapangan kerja dari manufaktur ke jasa bergaji rendah, yang menggerus capaian pengentasan kemiskinan sebelumnya.

Gelombang demonstrasi yang dipimpin generasi muda meletup di sejumlah negara Asia dan Afrika dalam beberapa bulan terakhir, termasuk di Filipina, Maroko, Madagaskar, Indonesia, Timor Leste, Kenya, dan Mongolia. 

Aksi protes menyoroti isu korupsi, pengangguran, serta ketimpangan yang makin melebar, bahkan menggulingkan pemerintahan di Nepal dan Bangladesh.

Data Bank Dunia menunjukkan tingkat pengangguran pemuda usia 15–24 tahun di Mongolia, Indonesia, dan China melampaui 10%, sementara tingkat pengangguran pekerja usia produktif 25–54 tahun berada di kisaran 5% atau lebih rendah.

Bank Dunia menambahkan, perusahaan baru berusia lima tahun atau kurang berperan besar dalam penciptaan lapangan kerja. Di Malaysia dan Vietnam, misalnya, mereka menyerap 57% tenaga kerja namun menyumbang 79% penciptaan lapangan kerja. 

Akan tetapi, kontribusi tersebut menurun karena jumlah perusahaan baru yang masuk pasar semakin sedikit.

Perdagangan internasional mendorong pertumbuhan lapangan kerja di negara seperti Kamboja dan Vietnam, meski manfaatnya belum merata dan masih rentan terhadap guncangan global. 

“Negara-negara belum sepenuhnya memaksimalkan manfaat dari peralihan tenaga kerja ke sektor dan perusahaan yang lebih produktif,” demikian kutipan laporan Bank Dunia.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro