Kondisi Jakarta Usai Demo, Pedagang: Hampir Tidak Ada Pembeli di Pasar

Usai demo di Jakarta, aktivitas pasar sepi pembeli meski stok pangan aman. Pedagang berharap kondisi segera pulih. Harga komoditas relatif stabil.
Pedagang melamun sambil menunggu pembeli di Pasar Parlmerah, Jakarta/Bisnis.com- Pernita
Pedagang melamun sambil menunggu pembeli di Pasar Parlmerah, Jakarta/Bisnis.com- Pernita

Bisnis.com, JAKARTA —  Masyarakat yang berbelanja ke pasar menurun usai rentetan aksi demonstrasi beberapa hari terakhir, Selasa (2/9/2025). Pedagang mengeluhkan kondisi ini.

Di Pasar Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat, aktivitas perdagangan sudah kembali berjalan sejak Senin (1/9/2025), setelah sempat tutup pada Jumat hingga Minggu akibat imbas demonstrasi. 

Lokasi pasar yang cukup dekat dengan Gedung DPR membuat kawasan ini terdampak langsung dari aksi massa.

Kendati sudah kembali buka mulai kemarin, pedagang masih mengeluhkan minimnya pembeli. Fitri, salah satu pedagang cabai dan bawang yang ditemui Bisnis di Pasar Palmerah, menyebut kondisi penjualan masih sepi.

“Bukan turun lagi [pendapatannya], kulakan sehari dua sampai tiga hari enggak habis. Orang enggak ada yang ke pasar,” ujarnya.

Fitri berharap aktivitas pasar segera pulih, meskipun dirinya masih mendengar kabar adanya rencana aksi lanjutan. Menurutnya, harga jual komoditas relatif stabil. Bawang merah dan cabai dijual Rp50.000 per kilogram. Sementara beras berkisar Rp12.500–Rp13.000 per kilogram.

Pantauan Bisnis, suasana Pasar Palmerah siang itu masih sepi, meski sebagian pedagang dan pemilik ruko mulai membuka kembali lapak mereka. Beberapa pedagang perabotan rumah tangga juga terlihat tetap berjualan.

Kondisi serupa terlihat di Pasar Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Afwan, pedagang beras, mengatakan aktivitas perdagangan berjalan normal, namun jumlah pembeli belum seramai hari biasa.

“Iya normal, tapi masih sepi,” ucapnya.

Pedagang pasar di Palmerah
Pedagang pasar di Palmerah

Afwan menjual beras Pandan Wangi Rp18.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp17.400. Dengan demikian, harga beras mengalami kenaikan sekitar Rp600 per kilogram. Untuk bawang merah di Pasar Bendungan Hilir harga dibanderol sekitar Rp45.000, sementara untuk bawang putih Rp40.000. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalo, memastikan stok pangan di Ibu Kota tetap aman meski terjadi gelombang demonstrasi.

“Ketersediaan pangan strategis, seperti beras, daging sapi, daging kerbau, daging ayam, telur ayam, dalam kondisi cukup,” katanya.

Berdasarkan data KPKP hingga 29 Agustus, ketersediaan beras di Jakarta mencapai 303.297 ton, sementara kebutuhan sekitar 156.745 ton. Untuk daging sapi, kebutuhan tercatat 11.999 ton dengan ketersediaan 40.000 ton. 

Daging ayam membutuhkan 30.176 ton, sedangkan stok mencapai 74.940 ton. Adapun kebutuhan telur ayam sebesar 19.525 ton dengan pasokan 21.478 ton. Komoditas hortikultura seperti cabai, bawang, kentang, hingga tomat juga dipastikan mencukupi.

Sementara itu, data Info Pangan Jakarta pada Selasa (2/9/2025) menunjukkan sejumlah bahan pokok mengalami penurunan harga pasca demonstrasi.

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro