Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Petani memisahkan gabah dari batang padi saat panen di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (20/11) - Bisnis/Arief Hermawan
Lihat Foto
Premium

Menakar Efektivitas Kebijakan Anyar Harga Gabah di Tengah Panen Raya

Kebijakan harga pembelian pemerintah untuk gabah dan beras telah diumumkan dan siap diundangkan. Ketentuan ini belum sesuai dengan harapan petani.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com
17 Maret 2023 | 06:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Ketentuan anyar harga pembelian pemerintah (HPP) untuk harga gabah dan beras belum memenuhi ekspektasi para petani. Hal ini dinilai dapat mempengaruhi psikologis petani dalam berproduksi dan menyulitkan Perum Bulog untuk mengoptimalkan penyerapan gabah atau beras dalam rangka penyelenggaraan cadangan beras pemerintah (CBP).

Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengumumkan HPP gabah atau beras terbaru pada Rabu (15/3/2023). Aturan harga terbaru ini akan dituangkan ke dalam Peraturan Badan Pangan Nasional yang saat ini masih dalam proses pengundangan.

HPP untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani akan dipatok sebesar Rp5.000 per kilogram, gabah kering panen (GKP) di tingkat penggilingan Rp5.100 per kg, gabah kering giling (GKG) di penggilingan Rp6.200 per kg, gabah kering giling (GKG) di gudang Perum Bulog Rp6.300 per kg, dan beras di gudang Bulog Rp9.950 per kg.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top