Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Riset INDEF & Tokopedia: Indeks Penjualan UMKM Surabaya Naik 194 Persen

Simak hasil riset Tokopedia dan Indef terkait indeks penjualan UMKM di Surabaya.
Tokopedia
Tokopedia

Bisnis.com, SURABAYA - Tokopedia bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) merilis hasil riset yang menunjukkan bahwa Surabaya merupakan salah satu kota hyperlocal yang mengalami pertumbuhan indeks penjualan dan omzet tertinggi.

Peneliti INDEF, Nur Komaria mengatakan riset yang bertajuk inisiatif hyperlocal: kontribusi Tokopedia untuk geliat UMKM Nasional ini dinilai telah mampu meningkatkan penjualan UMKM hingga mampu menjaga pertumbuhan ekonomi.

“Surabaya mengalami peningkatan indeks penjualan 194 persen dan indeks omzet penjualan 85 persen. Selain Surabaya, kota lain yang tumbuh tinggi yakni Bandung 27 persen dan 100 persen, sedangkan Yogyakarta sebesar 148 persen dan 64 persen,” jelasnya dalam Media Briefing: Tokopedia x INDEF Research Roadshow, Rabu (22/2/2023).

Kepala Hubungan Masyarakat Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya Liu menjelaskan, program hyperlocal menjadi inisiatif Tokopedia untuk mendekatkan penjual dan pembeli untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. 

Konsistensi Tokopedia dalam mendukung para pelaku UMKM di seluruh Indonesia lewat inisiatif hyperlocal berdampak positif.

"Tercatat ada 3 kota dengan kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi tertinggi dari 2020 hingga 2023, yaitu Surabaya (4,29 persen), Yogyakarta (5,09 persen) dan Semarang (5,16 persen),” jelasnya.

Adapun, program inisiatif hyperlocal tingkatkan penjualan UMKM Surabaya tersebut mengusung teknologi geo-tagging, inisiatif Hyperlocal telah memperluas cakupan transaksi penjual hingga membantu meningkatkan terpaparnya bisnis UMKM lokal tanpa perlu ke kota besar untuk jangkau pasar lebih luas. 

Berbagai kampanye dihadirkan sebagai bentuk manifestasi dari inisiatif hyperlocal, seperti Kumpulan Toko Pilihan (KTP), Waktu Indonesia Belanja (WIB), hingga layanan gudang pintar Dilayani Tokopedia. 

Program KTP dan WIB di Surabaya meningkat pada periode 2022 dibandingkan 2021. Kenaikan transaksi KTP oleh pengguna di Surabaya naik 20 persen.

"Jumlah penjual mengikuti kampanye KTP meningkat 31,7 persen. Sedangkan transaksi kampanye WIB di Surabaya naik 47 persen, dan jumlah penjual mengikuti kampanye WIB naik 96,2 persen,” jelas Ekhel. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper