Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Blok migas - Ilustrasi
Lihat Foto
Premium

Menanti Peminang Saham Shell di Proyek Abadi Masela

Empat perusahaan migas nasional dan asing masuk dalam deretan peminat untuk mengambil alih saham Shell di Blok Masela.
Jaffry Prabu Prakoso & Nyoman Ary Wahyudi
Jaffry Prabu Prakoso & Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com
24 November 2022 | 16:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak Shell Upstream Overseas Ltd. memutuskan hengkang dari proyek Lapangan Abadi Blok Masela pada 2020, hingga kini belum ada kepastian siapa calon penggantinya untuk bermitra dengan Inpex Masela Ltd. dalam mengembangkan megaproyek migas tersebut.

Hengkangnya perusahaan migas asal Belanda itu menghambat kemajuan proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela senilai US$19,8 miliar atau sekitar Rp285 triliun yang ditargetkan dapat berproduksi pada 2027. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) setidaknya telah menyebutkan empat nama perusahaan migas yang menunjukkan ketertarikannya untuk melakukan investasi di Blok Masela. Mereka adalah PT Pertamina (Persero), ExxonMobil, dan Petroliam Nasional Berhad (Petronas). Teranyar, nama PetroChina Company Ltd. ikut mengemuka.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto membenarkan bahwa PetroChina menjadi salah satu perusahaan yang ikut berminat masuk ke Blok Masela. Dia menuturkan, saat ini masing-masing calon investor masih melakukan kajian.

“Termasuk [PetroChina]. Tapi masih menunggu hasil studi masing-masing [kontraktor] dari blok itu,” kata Dwi ditemui di sela acara 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022) di Badung, Bali, Rabu (23/11/2022).

Pemerintah China sebelumnya juga telah menyatakan terbuka untuk setiap kesempatan investasi di industri hulu migas yang ditawarkan Indonesia, termasuk pengembangan proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela, guna mempererat hubungan kedua negara.

“Sejauh proyek itu dapat bermanfaat bagi masyarakat dan kepentingan kedua negara, China akan menunjukkan minatnya,” kata Duta Besar Republik Rakyat China untuk Indonesia Lu Kangsaat ditemui selepas acara Laporan CSR Perusahaan Tiongkok di Indonesia yang diinisiasi oleh China Chamber of Commerce in Indonesia di Jakarta, Jumat (28/10/2022).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top