Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Sejumlah Haul Truck dioperasikan di area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua. Wilayah ini disebutkan telah ditutup dan beralih ke tambang bawah tanah. - Antara / Muhammad Adimaja
Lihat Foto
Premium

Peluang Perpanjangan Kontrak dan Potensi Miliaran Ton Tambang Bawah Tanah Freeport

PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan cadangan bijih milik perseroan masih dapat ditambang hingga 2052 mendatang.
Nyoman Ary Wahyudi & Denis Riantiza Meilanova
Nyoman Ary Wahyudi & Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com
22 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Freeport Indonesia (PTFI) dan pemerintah telah memulai pembicaraan awal terkait dengan perpanjangan kontrak izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PTFI di tambang Grasberg, Papua. Kepastian lebih cepat terkait keberlanjutan kontrak setelah 2041 menjadi krusial bagi PTFI untuk mengoptimalkan potensi sumber daya mineral yang masih melimpah di tambang Bumi Cenderawasih itu.

Sebagai bagian kesepakatan divestasi saham PTFI kepada Pemerintah Indonesia melalui PT Inalum (Persero) atau MIND ID pada 2018 lalu, PTFI telah mendapatkan kepastian hukum dan kepastian berusaha dengan mengantongi perpanjangan masa operasi 2x10 tahun hingga 2041. Namun, PTFI mengidentifikasi bahwa potensi sumber daya mineral di tambang Grasberg masih dapat dimonetisasi hingga lebih dari 2041.

Dalam laporan keuangan dan operasi kuartal III/2022 Freeport-McMoRan Inc. (FCX), salah satu pemegang saham PTFI, disebutkan bahwa perpanjangan kontrak setelah 2041 diyakini dapat menjaga keberlanjutan operasi dan identifikasi pengembangan sumber daya lanjutan di kawasan tambang Grasberg tersebut.

“Kami telah melakukan pembicaraan awal, dan menurut saya ada pengakuan bahwa semua pihak berkepentingan perlu menemukan resolusi untuk ini. Tidak masuk akal bagi pemangku kepentingan manapun, kalau kami menjalankan operasi ini dengan tenggat akhir 2041,” ujar Chairman dan CEO Freeport McMoRan Richard C. Adkerson saat conference call kuartal III/2022, Kamis (20/10/2022), waktu setempat.

Richard menambahkan, terdapat sumber daya yang berhasil diidentifikasi oleh PTFI pada salah satu kawasan tambang terbesar di dunia itu yang dapat diolah melampaui masa IUPK hingga 2041 mendatang.

“Karena semua diskusi berlarut-larut tentang kontrak kerja kami, kami belum melakukan pengeboran deliniasi untuk benar-benar memahami apa yang terjadi pada tubuh bijih di kedalaman itu,” katanya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top