Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Kegiatan operasional pertambangan anggota MIND ID. - mind.id
Lihat Foto
Premium

Manuver MIND ID Bentuk Aliansi Strategis di Proyek Hilirisasi Nikel

MIND ID lewat PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) tengah menjajaki kerja sama strategis dengan CNGR terkait pengembangan industri baterai kendaraan listrik nasional.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com
15 Oktober 2022 | 20:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - BUMN Holding Industri Pertambangan atau Mining Industry Indonesia (MIND ID) belakangan gencar mengamankan rantai nilai tambah nikel domestik lewat penguatan industri hilir baterai kendaraan listrik nasional. Pembentukan konsorsium strategis di sisi midstream hingga hilir diamankan untuk menunjang nilai tambah nikel hasil pemurnian dalam negeri.

Selepas mengamankan komitmen konsorsium PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co, Ltd. (CBL) dan LG Energy Solution (LG) untuk membentuk industri terintegrasi pada April 2022 lalu, MIND ID lewat subholding tambang mereka, PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam (ANTM) belakangan tengah menjajaki kerja sama strategis dengan produsen precursor asal China, CNGR Co.,Ltd, terkait dengan pengolahan bahan baku baterai nikel matte.

Penjajakan kerja sama yang intensif dengan CNGR dipastikan akan memperkuat nilai tambah hilirisasi nikel di dalam negeri mendatang. Pangsa pasar CNGR, sebagai produsen ternary precursor terbesar di dunia, telah merambah 500 rantai pasok kelas atas dunia dengan Tesla, Samsung, CATL LG, dan Panasonic sebagai klien utama mereka.

“Terkait dengan rencana kerja sama Antam dengan CNGR, saat ini masih dalam proses penyelesaian feasibility study, serta status-status perizinan kawasan industri yang sedang dijajaki bersama,” kata Corporate Secretary Division Head Antam Syarif Faisal Alkadrie saat dihubungi Bisnis, Sabtu (15/10/2022).

Antam menargetkan proyek kawasan industri bersama dengan CNGR itu dapat memasuki tahap konstruksi pada 2023 mendatang. Menurut Syarif, kerja sama itu bakal memperkuat sisi penguasaan teknologi untuk menyambung olahan bahan baku hingga produk jadi.

“Antam memerlukan mitra dengan keandalan teknologi. CNGR merupakan salah satu produsen precursor terbesar di dunia yang telah melakukan pengembangan pabrik di beberapa wilayah Indonesia,” katanya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top