Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) memberi keterangan pers Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa, (16/8/2022). Bisnis - Abdurachman
Lihat Foto
Premium

Hati-hati Bu Sri Mulyani, APBN Dibayangi Jebakan Utang!

APBN dibayangi jebakan utang seiring naiknya rasio utang per Agustus 2022 mencapai 38,30 persen dari PDB. Menkeu Sri Mulyani harus hati-hati.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com
30 September 2022 | 09:03 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah dihadapkan pada ancaman jebakan utang yang kian mendekat, menyusul terus naiknya rasio utang serta turunnya rasio pajak. Tak ada opsi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani harus melakukan optimalisasi pajak wajib dilakukan agar mampu berkelit dari jebakan utang tersebut.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, utang pemerintah per Agustus 2022 tembus Rp7.236,6 triliun per Agustus 2022 dengan rasio utang mencapai 38,30 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka itu meningkat dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yakni hanya sebesar 37,91 persen terhadap PDB.

Dalam laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022, peningkatan tersebut terjadi terutama disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan belanja selama 3 tahun pandemi Covid-19.

Berdasarkan data otoritas fiskal, rasio utang dalam 8 tahun terakhir terus meningkat, tepatnya sejak 2015. Kala itu, rasio utang tercatat hanya 27,46 persen terhadap PDB dan menjadi 40,73 persen terhadap PDB pada tahun lalu.

Adapun, pada tahun ini pun rasio utang diperkirakan masih cukup menjulang, yakni di kisaran 41 persen terhadap PDB. Sebaliknya, rasio pajak makin tenggelam dan bahkan tak pernah beranjak lebih dari 8,5 persen dalam 5 tahun terakhir.  Pada tahun depan pun rasio pajak hanya ditargetkan 8,17 persen, lebih rendah dibandingkan dengan outlook tahun ini sebesar 8,35 persen.

Secara teori, ketidakmampuan pemerintah dalam mengoptimalisasi penerimaan pajak berimplikasi pada pembengkakan rasio utang. Akumulasi utang yang terus membengkak, dan realisasi penerimaan perpajakan yang tergerus, berisiko menyeret Indonesia dalam perangkap utang.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top