Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Ilustrasi petani padi / Antara
Lihat Foto
Premium

Gembar-gembor Swasembada Beras, Indonesia Aman dari Krisis Pangan?

Sistem manajeman pangan Indonesia masih diragukan, meski baru saja meraih penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI).
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com
31 Agustus 2022 | 12:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia meraih penghargaan International Rice Research Institute (IRRI) karena dinilai memiliki ketahanan pangan yang baik dan berhasil dalam mencapai swasembada beras 2019-2021. Penghargaan tersebut langsung diterima oleh Presiden Joko Widodo.

Namun, apakah penghargaan tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa Indonesia aman dari krisis pangan? Sayangnya Guru besar dan pakar ekonomi pangan kompak beranggapan Indonesia masih terancam krisis pangan di masa depan. 

Penilaian tersebut didasarkan pada laporan 2019 yang menunjukkan produksi beras di Indonesia sebesar 31,3 juta ton, jumlah yang sama dengan produksi pada 2020 dan 2021. Adapun stok beras yang dimiliki Indonesia hingga akhir April 2022, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), mencapai 10,2 juta ton.

Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Bengkulu Andi Irawan menjelaskan di tengah ancaman krisis pangan dunia, Indonesia masih sangat rapuh. Ia menyebut katahanan pangan nasional belum mumpuni.

Mengapa demikian? Sebab selama ini negara tidak memiliki cukup banyak lumbung pangan. Menurut Andi, satu-satunya lumbung pangan Indonesia hanya Bulog. Itu artinya Indonesia hanya di sektor beras. Sebaliknya, komoditas lain yang kaya karbohidrat seperti sagu, sorgum dan lainnya baru sebatas digembar-gemborkan pemerintah untuk menambah stok pangan nasional oleh pemerintah.

"Pemerintah hanya punya lumbung beras saja yang namanya itu Bulog. Dimana Bulog hanya siap pada beras saja. Namun ketika tejadi gejolak pangan yang lain, dapat dikatakan Bulog tidak siap. Kita sudah melihat pada waktu kenaikan harga minyak goreng. Padahal kita adalah suplayer terbesar dunia untuk CPO [crude palm oil]. Jadi ini sangat ironis sekali," ujar Andi Irawan dalam Simposium Panel Ahli Pangan: Krisis Pangan dan Skenario Masa Depan yang diselenggarakan Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar, di Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top