Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Suasana gedung Federal Reserve Marriner S. Eccles di Washington, D.C., AS, Mingg (10/4/2022). Bloomberg -  Tom Brenner
Lihat Foto
Premium

Bayang-Bayang Risiko Kenaikan Suku Bunga The Fed ke Indonesia

Sejumlah risiko membayangi Indonesia ketika The Fed mengerek suku bunga acuannya, sementara Bank Indonesia menahan kenaikan 7DRR.
Wibi Pangestu Pratama, Sri Mas Sari & Yustinus Andri
Wibi Pangestu Pratama, Sri Mas Sari & Yustinus Andri - Bisnis.com
27 Juli 2022 | 16:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yakni Federal Reserve akan segera mengumumkan pandangan dan kebijakan moneternya setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) berakhir pada 27 Juli 2022.

Sejumlah pengamat pun meyakini, seiring munculnya sejumlah data ekonomi terbaru dari AS, maka langkah kenaikan suku bunga acuan akan menjadi strategi yang diambil oleh The Fed. Para pengamat tersebut bahkan meyakini The Fed akan mengerek suku bunganya sebanyak 75 basis poin dari level 1,5 persen – 1,75 persen ke 2,25 persen – 2,5 persen.

Anggota tim analis Goldman Sachs Group Inc. Cecilia Mariotti memperkirakan bank sentral AS Federal Reserve akan tetap bersikap hawkish hingga inflasi AS dapat terkendali.

Dalam laporannya, Goldman mengatakan sebelumnya ekspektasi investor cenderung lebih optimistis bahwa bank sentral bersikap lebih dovish, setelah pada siklus sebelumnya The Fed mengubah arah dalam menanggapi perlambatan ekonomi.

Pendapat analis Goldman ini sejalan dengan Michael J. Wilson dari Morgan Stanley, yang juga mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengharapkan The Fed berhenti menaikkan suku bunga bahkan ketika kekhawatiran resesi terus tumbuh.

Sementara itu, bagi sebagian besar bank setral di Asia Pasifik, apabila The Fed mengerek suku bunganya, maka akan menjadi sinyal untuk mereka turut melakukan pengetatan moneter. Sebab, jika bank sentral di beberapa negara Asia pasifik menahan suku bunga acuannya, maka berisiko memicu terjadinya arus modal keluar.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top