Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati -  Bloomberg
Lihat Foto
Premium

BPK Kembali Mengendus Cacat Pengelolaan Insentif di PEN 2021

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Atas LKPP Tahun 2021 menemukan total realisasi fasilitas dan insentif perpajakan pada PEN mencapai Rp75 triliun.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com
20 Juni 2022 | 08:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengendus adanya kesalahan dalam tata kelola insentif dan fasilitas perpajakan yang masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional sepanjang tahun lalu.

Di dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2021, total realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pos insentif usaha mencapai Rp67,57 triliun.

Namun setelah melakukan penelitian, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Atas LKPP Tahun 2021 menemukan total realisasi fasilitas dan insentif perpajakan pada PEN mencapai Rp75 triliun.

Dengan demikian, BPK mencatat adanya selisih senilai Rp7,43 triliun di dalam pengelolaan stimulus fiskal yang bertujuan untuk merangsang gairah dunia usaha itu.

Saat dibandingkan, terdapat beberapa jenis insentif yang memiliki perbedaan nilai realisasi antara LKPP 2021 dengan LHP lembaga auditor eksternal pemerintah tersebut.

Pertama, Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk kendaraan bermotor, yang di dalam LKPP 2021 terealisasi Rp4,91 triliun, sedangkan dalam laporan BPK senilai Rp5,52 triliun

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top