Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (8/5/2018). JIBI - Nurul Hidayat
Lihat Foto
Premium

Baterai Listrik dan Jajaran Pemain Global yang Tergiur Nikel Indonesia

Nikel menjadi magnet bagi sejumlah perusahaan kenamaan dunia untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Siapa saja yang mengantre?
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com
11 Mei 2022 | 16:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Nikel terbukti mampu menjadi magnet kuat bagi pemain global menanamkan modalnya untuk menopang industri baterai listrik di Indonesia.

Produsen baterai listrik terbesar di dunia asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) melalui cucu usanya Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co., Ltd. (CBL) sebelumnya telah membenamkan nyaris US$6 miliar atau sekitar Rp 86,1 triliun investasi. CBL menggandeng PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) untuk mengembangkan proyek baterai kendaraan listrik di Maluku Utara.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut sejumlah nama yang sudah resmi akan berinvestasi di sektor tersebut. Dengan hadirnya sejumlah pemain besar di Indonesia, akan menjadi kerugian bagi produsen mobil listrik seperti Tesla jika tak bergabung.

Rencana investasi Tesla di Indonesia memang mengalami pasang-surut sejak beberapa waktu terakhir. Meski telah muncul wacana teken investasi dengan Tesla sejak awal tahun lalu, nasibnya belum final hingga kini. Sampai-sampai, Menteri Koordinasi Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan belum lama ini memboyong rombongan sowan ke bos Tesla Elon Musk.

Bahlil mengatakan tarik-ulur Tesla investasinya di Indonesia dinilai sesuatu yang biasa dalam negosiasi bisnis. Namun, keunggulan kompetitif berupa cadangan nikel terbesar di dunia hingga 25 persen, bukanlah sesuatu yang bisa begitu saja diabaikan.

"Jadi kalau Tesla tidak masuk, Amerika akan disuplai oleh Eropa dan UK. Secara geo ekonomi, ini sesuatu yang menarik untuk dikembangkan," katanya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top