Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kartu iuran televisi/tangkapan layar akun Twitter generasi90an
Lihat Foto
Premium

Historia Bisnis : Iuran TV Warna 19 Inch Naik 100 Persen, Warga DKI Jakarta Tak Terima

Sejumlah pelanggan TVRI di wilayah DKI Jakarta tak terima dengan kebijakan Menteri Penerangan yang menaikkan iuran TV hingga 100 persen, baik untuk TV hitam putih 16 inch ke bawah maupun TV berwarna 19 inch ke atas.
Gajah Kusumo
Gajah Kusumo - Bisnis.com
10 April 2022 | 22:17 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah pemilik TV di wilayah DKI Jakarta menilai SK Menteri Penerangan No. 16/Kep/Menpen/1992 tertanggal 27 Januari 1992 merugikan masyarakat serta tidak rasional dan proporsional karena menaikkan iuran televisi atau TV hingga 100 persen, baik untuk TV hitam putih 16 inch ke bawah maupun TV berwarna 19 inch ke atas.

Seperti diketahui, sejak Televisi Republik Indonesia (TVRI) mulai mengudara pada Agustus 1962, iuran televisi mulai diterapkan di Indonesia. Presiden pertama Indonesia Soekarno kemudian mengeluarkan Keppres No. 218/1963 yang mengatur bahwa setiap pemilik TV harus mendaftarkan perangkatnya selambat-lambatnya 31 Desember 1963.

Pada era Orde Lama (Orla), besaran iuran televisi adalah Rp300 per bulan dengan denda keterlambatan pembayaran 25 persen. Jika terus menunggak, perangkat TV bakal disita oleh pemerintah. Selain TV, pemilik radio kala itu juga dikenai pajak radio dan sumbangan iuran radio.

Berdasarkan buku Sejarah Pos dan Telekomunikasi di Indonesia Volume 1—3 yang diterbitkan Ditjen Pos dan Telekomunikasi (Postel) Departemen Perhubungan pada 1980,  Jangkauan siaran TV pada sekitar tahun 1975 hanya mencapai 4 persen luas daratan Indonesia atau sekitar 75.600 km persegi dengan keterjangkauan pemirsa sebanyak 42 juta atau 32 persen.

Ditjen Postel menyebut jumlah perangkat TV yang terdaftar hingga 1975 tercatat sebanyak 429.712 unit. Pada tiga tahun kemudian atau sekitar 1978, pemegang surat izin pesawat TV membengkak menjadi 1.156.289, dari awalnya sekitar 20.636 pada 1969.

Melalui iuran TV, Dinas Pemungutan Iuran TV mencatat pemasukan sebesar Rp500 juta pada akhir 1978. Kala itu, pekerjaan pemungutan iuran dilakukan oleh PN Pos dan Giro, yang mendapat imbal provisi 10 persen. Iuran TV itu sendiri dipungut atas nama Yayasan TVRI.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top