Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (2/2/2021). - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Lihat Foto
Premium

Bersiap! Saham Proyek Hijau & SBN jadi Rebutan Dana Tax Amnesty Jilid 2

Pemerintah hanya mengizinkan dua jenis investasi dalam periode penahanan dana repatriasi yakni di surat berharga negara (SBN) atau proyek penghiliran sumber daya alam atau energi terbarukan.
Tegar A & Wibi P.
Tegar A & Wibi P. - Bisnis.com
28 Desember 2021 | 05:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  Pemerintah memberikan dua alternatif bagi peserta Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau lebih sering disebut tax amnesty jilid 2 dalam menempatkan dana hasil repatriasinya di Tanah Air. 

Dana repatriasi adalah dana yang dibawa pulang kembali ke Indonesia dan diinvestasikan di dalam negeri. 

Dalam program tax amnesty jilid 2 ini, kebijakan dana repatriasi dilakukan paling lambat masuk ke Indonesia pada 30 September 2022 melalui bank. Sedang programnya sendiri dilakukan pada 1 Januari—30 Juni 2022. 

Dana jumbo milik orang Indonesia di luar negeri dan dideklarasikan dengan sukarela ini harus ditempatkan disimpan paling singkat 5 tahun sejak surat keterangan kepesertaan tax amnesty jilid 2 diterbitkan.  

Selanjutnya Menteri Keuangan Sri Mulyani mengizinkan dana ini ditempatkan dalam dua jalur yakni sektor riil melalui investasi penghiliran sumber daya alam (SDA) atau penempatan pada surat utang pemerintah (SBN). 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top